Oleh: adek | Juli 19, 2012

Terimakasih Tuhan atas rezki-Mu hari ini.

Waktu menunjukkan 00.11 WIB, larut sekali bagi mata ini. Dalam ruang terbesar di pabrik ini, operator-operator dengan setia menjalankan mesin.
Hingar-bingar suara mesin cetak rupanya sudah membuat irama tersendiri yang terbiasa didengar.

Kawan…, Kutegaskan kembali ini pertama kali aku kerja sampai pagi. Perihalnya ada mesin rusak yang harus diperbaiki dan si teknisi dari machine maker sedang dijemput sekarang. Besok rencananya mesin ini harus menghadapi trial produk yang akan di tunggu oleh costumer yang tak lain adalah induk dari perusahaan packaging kertas ini.

Hhemmm…. Nasi kotak dari Resto terkenal di daerah inipun juga sudah ada dimeja kami. Malu rasanya belum melakukan apa-apa malah sudah dikasih besek. Dan disini kerja sampai larut malampun tidak akan membuat kita hilang akal sehat dan tentunya terbalut suasana santai.

Berbeda dengan situasi sebelumnya ditempat lama…., sekian banyak teman-teman buruh masih mendapatkan perlakuan tidak baik di negerinya sendiri. Tercatat sampai Agustus 2011 lalu, sebanyak 107 juta pekerja yang 50% nya berpendidikan SD. Terbayang kondisi kerja mereka.

Bagiku malam ini tidak ada kata lain yang bisa aku ucapkan selain Terimakasih Tuhan atas rezki-Mu terhadapku hari ini.

Iklan

Nulis tentang pabrik plastik packaging…

Ya sudah lebih dari 10 tahun aku kerja disana, tempat itu adalah rumah yang baik, wah dengan teknologi canggihnya, dan aku dalam zona yang aman waktu itu. Adapun riak-riak kecil selalu bisa di kontrol !  Teman HRD bicara kepadaku, semakin sering dihantam gelombang-masalah kita semakin matang, tapi aku berpendapat lain,  asal tidak terlanjur matang dan busuk dipohon, lalu tidak bisa ditawar orang lagi. Makanya tak baik bagiku untuk terus disana. Akh makin bodoh saja kupikir diri ini. (alasan 1)

Tidak lama seorang teman mengirim email cerita tentang kebiasaan aneh suatu suku di afrika yang ingin menyingkirkan sebuah pohon.  Mereka naik ke pucuk pohon lalu meneriakinya sepanjang hari, dan mereka percaya sesuatu yang bernyawa akan mati bisa diperlakukan seperti itu. Tak lama kemudian memang pohon mengering dan lama-kelamaan mati.  Merinding aku membaca cerita ini karena berkaitan dengan Factory Manager-ku yang sering melakukan hal serupa, lama-lama kita stress dan mati keativitas pikirku (alasan 2)

Disatu sore dari rangkaian cuti kerjaku, aku mengantar Moza pergi les bahasa inggris, aku menunggu bersama beberapa orang tua lain.  Sekarang aku sudah menjadi orang tua dengan anak berumur 8 tahun. Bukan anak muda lagi, punya tanggung jawab lebih yang dituntut oleh anak dan istriku.  Dan pikirku tak kalah penting aku harus bisa berkembang, bisa sekolah lagi supaya anakku bisa tumbuh lebih baik.  Walau istri bekerja tapi aku tetap kepala keluarga.  Suatu saat istriku harus berhenti bekerja dan aku harus bisa menjadi single fighter menghidupi keluarga kecil ini. (alasan 3)

Sewaktu pulang kerja  tak lama dari niatan baru itu. Aku mendapat message, rupanya mobilku menyalip kendaraan yang ditumpanginya, “woi pulang sore ni ye..”. begitu pesan pertamanya.  Aku tersentak !.  Selama ini aku baru tersadarkan, jam kerja pabrik kami panjang sekali, sulit di tuliskan.  Kami menjadi orang yang paling royal terhadap perusahaan ini, sebisa mungkin harus kembali kerja jika adalah masalah.  Meskipun hari itu cuti kita yang sudah disepakati.  Pasti semua orang rumah sudah komplen berat untuk masalah ini tapi tetap perusahaan adalah nomor satu.  (alasan 4)

Lalu besoknya teman tadi mengirim message kembali, ada posisi kosong cocok buat ku, dan aku langsung follow-up. Lalu ingat pesan pendek orang kampong kami dulu di Belitong, jangan terlalu lama pergi dari rumah (ngan-nyau).  Dalam konteks ini di dalam adat melayu menjadi sebuah pengingat untuk tidak terlalu lama menetap disuatu tempat, karena akan membuatmu merasa keenakan, kurang sensitive dan malas berpikir.  Akhirnya dalam doa aku berserah dan minta petunjuk untuk menentukan langkah lebih lanjut, dan mohon diperjelas langkah itu. Tuhan aku ingin melihat matahari sore masih bersinar tatkala aku pulang kerja. Keep calm boy, if this is your way than you can pass it easily….. (alasan 5)

Lalu aku niatkan harus pergi dari tempat kerja lama, dan thanks god, aku menemukan jawaban dari doa diterima bekerja di tempat baru.  Selama proses peneriman karyawan baru itu aku memasang sinyal di update status bbmku, sebagian teman menangkap sinyal itu dan beberapa mengirimkan jempol keatas yang membuatku lebih bersemangat dan sekaligus menutup episode kisah pabrik plastic menjadi episode baru nantinya di kisah pabrik kertas.

Oleh: adek | September 14, 2011

Batu Belayar

Batu Belayar

Oleh: adek | September 14, 2011

Pulau Lengkuas-Belitung

Mercusuar of Lengkuas Island

Oleh: adek | Februari 17, 2011

Quote of the day:

“Someone’s sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago.”

Warren Buffett.

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori