Oleh: adek | April 9, 2015

Kembang Jambu Air di Pangkallalang

Saat itu penghujung Juli 1991, sudah mendekati akhir libur sekolah. Pagi hari dengan udara yang sejuk.  Pepohonan menghijau.  Begitu pula dengan pohon Jambu Air depan rumahku.  Mulai merontokkan buluh putih pada bakal buah.  Mewarnai bak karpet alami di sekeliling pohon, sayang untuk dibersihkan.  Putih ..

Kondisi ini susungguhnya tidak tahan lama karena sore nanti bulu putih tersebut segera berubah menjadi coklat terkena sinar matahari.

Aku sendiri masih terpaku menatap indahnya permadani.  Belum kumulai pekerjaan ku untuk menyapu daun-daun yang ikut berjatuhan, sayang untuk dihancurkan.  Sapu lidi masih kupegang erat di tangan kananku.

Kumbang kayu masih berpindah dari satu bunga ke bunga lain menambah andil jatuhnya sang bulu.  Kampungku bernama Pangkalalang. Kampung ku penuh di tumbuhi pohon jambu air di pekarangan rumah-rumah kami.

Disetiap pohon jambu air berbuah mulai dari kembang sampai buah sayang untuk dilewatkan.  Sesungguhnya mengamati hal ini sayang untuk dilewatkan… Apa yang nanti dilihat dan dirasakan anak anak kami, apakah mereka masih melihat bulu kembang jambu air ini, pohon jambu air ini dan aktivitas kumbang jambu air ini.

Sopir taxi yang saya tumpangi bercerita mengejutkan bahwa anaknya tidak tahu bahwa ayam punya bulu.  Gambaran tentang ayam ini seperti yang dilihat di resto cepat saji tersebut, sudah bentuk potongan, saya menggelengkan kepala, bayangkan indahnya mahluk ciptaan Tuhan yang disebut ayam ini tapi berbeda penggambarannya oleh anak kecil di negara tetangga kita,.. tragis bukan.

Bahkan salah satu anak pimpinan kantor pernah saya tunjukan pohon durian dan dijawab olehnya, ‘Masa itu, baru tau saya ..’

Saya menggumam, jangan sampai Anak-anak kami tidak tahu bagaimana bentuk awalnya sebuah jambu air..

Terima kasih kami punya kesempatan untuk meyaksikan kebesaran Mu yang tak tak terhitung jumlahnya.


Responses

  1. is good artikel Thank you so much , Adwin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: