Oleh: adek | Juli 15, 2009

Sekolah Baru MOZA dan kenafa…

SNA   016(1)Hari ini sebenarnya adalah hari ketiga Moza masuk sekolah. Dan giliranku menemaninya sekaligus memperkenalkan jalan menuju rumah kami kepada bapak sopir pengantar seusai jam pulang sekolah.

Seharusnya kemarin di hari kedua tapi Moza sakit dan harus istirahat, istriku Sari sudah 2 hari cuti dan tidak mungkin menambah satu hari lagi, untuk itu hari ini giliranku untuk menuntaskannya.

Semua sesuai rencana karena lebih mudah dibayangkan sebelumnya dibandingkan dulu sewaktu masuk TK yang harus dibacakan puisi khusus supaya Moza punya semangat.

Sekolah baru Moza, Sekolah Santo Vincentius- Jl. Otto Iskandardinta no. 76 Jakarta Timur, boleh dibilang jauh dari rumah, oleh karenanya dari awal sudah mendapatkan bermacam pertanyaan, karena dekat rumahpun banyak sekolah yang “safety” menurut mereka yang bertanya, apalagi sekolah ini sekolah yang berbeda keyakinan dengan agama yang kami anut.

Dari awal aku dan Sari sangat ingin supaya Moza mendapatkan pendidikan yang bisa membuatnya lebih mandiri dan terbangun sendiri semangat belajar didalam diri Moza, apalagi dengan jam masuk sekolah menjadi 6.30 pagi akan membuat anak lebih menghargai waktu dan lebih kompetitif nantinya.

Karena sadar bahwa kami bekerja setiap hari dan hanya hari sabtu dan minggu bisa mencurahkan perhatian full kepada Moza. Jadi sekolah inilah yang kami titipkan untuk membantu membentuk kemandiriian itu. Pilihan yang sulit untuk pasangan muda seperti kami. Semoga apa yang sudah kami putuskan ini bisa bermanfaat nantinya bagi Moza….


Responses

  1. Hari sabtu lalu aku hadir di acara pertemuan orang tua murid dan pihak sekolah, point-point yang membuatku lebih percaya dengan sekolah ini diantaranya, sang anak tidak boleh membawa alat tulis yang mahal2, tidak boleh bawa hape dan termasuk aturan kedisiplinanan yang menurutku harus ditanamkan ke diri anak sejak dini, nilai2 kejujuran, termasuk juga melibatkan partisipasi orang tua disetiap kegiatan sang anak, supaya orang tua tidak hanya melepaskan anak di sekolah..

    jadi ingat cerita sinetron tentang orang tua yang berkarir. wakakakakak…

  2. Mantab

  3. salam kenal ya mas..setuju bgt ama ama tanggapan nya mas..aplg hidup di jkt anak gak diajarin sejak dini ttg hidup sederhana malah susah kedepan nya…salut


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: