Oleh: adek | Januari 17, 2009

Gulungan Talibanjor

dsci15131 Dalam dunia pemancingan tradisional, ada benda bulat dan beralur seperti gambar disamping ini.  Kita sebut saja dengan benda ini dengan gulungan tali banjor, (tali banjor=senar pancing).  Supaya mudah dalam penceritaan berikutnya.

Gulungan tali banjor dipergunakan untuk menempatkan gulungan senar pancing.   Benda ini banyak kita temukan ditoko-toko alat pancing tentunya….  Setidaknya itu menjadi pikiran pertamaku ketika melihat benda itu dan pastinya pabrikan pikirku kemudian.  Tapi ternyata tidak juga sampai aku melihat proses pembuatannya di hari itu.   Gulungan tali banjor ada yang dibuat dirumahan.  Hampir tidak percaya sebelumnya.

Ketika hari ini aku melihat orang membuatnya, Bang Heri begitu namanya.   Profesi utamanya adalah nelayan, tapi karena pulau kecil Belitong lagi terjadi musim barat-istilah yang dipakai untuk menggambarkan situasi laut tidak bersahabat dimana gelombang bisa mencapai tinggi 4 meter,  sehingga bisa membuat nyawa nelayan melayang karena ditelan ombak.

Bang Heripun bercerita kurang lebih sudah 2 tahun ini beliau menggeluti usaha yang tidak diseriusin ini.  Disetiap musim barat ketika nelayan enggan melaut dan apalagi kemarin tersiar kabar bahwa musim barat kali ini telah memakan korban kapal transportasi bahan makanan dari Palembang ke pulau Bangka kandas dan yang mengakibatkan busuknya sayuran yang semestinya terangkut lewat sarana transportasi itu akibat laut tidak bersahabat.

Dan itulah yang membuat Bang Heri kembali ke usaha ini. “Daripada jagaan diam(-daripada tidak melakukan apa-apa-), lebe baik muat ini”, begitu katanya.

Pertama karena belum tau apa yang dihasilkan beliau ini yang waktu itu kulihat memotong paralon diameter 6 inchi menjaadi ukuran lebar 10 cm, aku berpikir pastilah untuk kebutuhan cetakan lubang udara pada dinding bangunan. Ternyata aku kecele…

Aku minta izin untuk mengambil photo, ketika beliau mengizinkan termasuk untuk bisa dimasukkan ke dalam blogku, aku mulai rewel tanya sana-tanya sini. dsci1512a Kadang sebulan jika tidak melaut beliau bisa membuat sebanyak 400 buah gulungan talibanjor yang dibuat dari 10 batang paralon. Satu pcs-nya dijual Rp. 8.000,-. Makanya tadi kubilang tidak serius, karena menurut beliau kalau dikejar bisa lebih dari itu karena satu batang paralon yang menghasilkan 40 pcs itu bisa diproses 3-4 jam dari awal pemotongan sampai jadi dan bisa dipasarkan.

Bagaimana proses pembuatannya… Bang Heri menatapku agak lama, lalu beliau bercerita.  Katanya Tauke yang mengambil barang beliau ini untuk dijual ke pemakai pernah memaksa untuk bisa tau prosesnya, tapi Bang Heripun tetap tak memberi tahu, nanti katanya kalo sudah ketahap itu, tapi akupun sudah tak punya waktu karena ada janji dengan senior-seniorku disekolahku dulu.

Lalu beliaupun menggambarkan singkat caranya, termasuk bagaimana menjaga supaya lekukannya mulus dan tidak hitam karena overheat…, dan karena hal ini merupakan paten beliau yang beliau cari dari percobaan-percobaan sederhana, jadi akupun tak akan menuliskan caranya disini.

Lalu ketika pamit aku minta beliau menjejerkan ukuran-ukuran yang pernah beliau buat yang bisa dilihat pada gambar, karena sifatnya no defect jadi sekali buat sekali habis dan terjual..

Quality Ratenya 100 % dengan Raw Material Cost 62,5 %, menarik bukan, karena menurut beliau untuk yang sebagus ini, Bang Herilah satu-satunya suppliernya.

Iklan

Responses

  1. pesen gimana caranya pak..?

  2. kerennn dan kalo sudah mendapat supplier tinggal hubungan baiknya aja biar dikasih murah.. hehehe

  3. dan mancing pun akan lebih menyenangkan jika bersama teman-teman!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: