Oleh: adek | Agustus 24, 2008

Masuk Koran lokal karena pencurian di RSUD Tanjungpandan-Belitong

Melihat kemajuan dari kondisi kesehatan Umak membuat gembira, akupun merencanakan pulang cepat dari perkiraan sebelumnya, karena ada tanggung jawab lain di tempat kerja di Cibitung yang menunggu. Malam ini pikirku adalah malam terakhir yang masih bisa kupergunakan untuk menemani Umak di Ruang Kenanga Kamar No 7 RSUD-Tanjungpandan-Belitong.

Bapakku sempat melarang, karena pagi sekali aku harus siap-siap kebandara, “ Biar abangmu saja yang temani Umak…”, katanya demikian, tapi masak demikan sih…

Akhirnya aku menyanggupi pulang pagi-pagi sekali besok supaya bisa ke Bandara. Malam itu masih kusempati untuk packing barang, terutama beberapa tanaman anggrek hutan yang kuambil dari sekitar rumah. Sementara abangku duluan menunggu di RSUD untuk bergantian nanti di jam 22.00-an.

Aku sampai di RSUD kurang dari pukul 22.00 dan langsung menggantikan posisi Abang Topik, karena masih lapar akhirnya aku permisi sebentar untuk mencari makanan. Seingatku sewaktu kami masih sekolah disana, jam segini yang masih ada yaitu ketoprak ditengah pasar. Akupun tanpa ragu mengambil motor diparkiran RSUD lalu menuju daerah JAM GEDE bekas Kantor Pusat Timah dimana tukang Ketoprak itu mangkal.

Benar saja hampir 15 tahun yang lalu sang abang masih berdiri asik melayani pembeli yang belum berkurang walau sudah menunjukkan 22.30 malam. Sambil nunggu porsiku tiba keperhatikan pembelinya satu-persatu, tidak ada yang kenal. Lalu aku membuka Detik.com di hape ku.

Aku makan dengan lahapnya, selesainya kusampaikan ke abangnya yang setengah tak percaya, “Mas, aku hampir 15 tahun endak makan ketroprak mas, tapi rasanya menurutku tidaklah berubah”. Abang ketoprak yang konon sudah bisa naik haji dan mengkuliahkan anaknya ini tersenyum malu, seiring aku kembali ke RSUD.

Aku masuk kamar ternyata Umak sudah terjaga, kami bicara-bicara, sepertinya umak juga tidak mau melewati waktu malam ini dengan percuma, akhirnya ketika jam sudah menunjukkan 23.45 WIB saat seorang suster datang memberikan obat untuk Umak, akhinya Umakpun mau tidur kembali. Sebelum tidur dibawah tempat tidur pasien, aku membereskan dompet yang kuletakkan dibawah bantal, karena ngganjel dalam kantong. Sebelum tidur masih coba kubaca surat-surat elektronik dari hapeku. Sebelum aku benar-benar tidur dan hape kuingat kuletakkan di samping badanku yang bersebelahan dengan tembok. Sedangkan secara keseluruhan posisi tidurku adalah nomor 4 kamar dari arah pintu.

Pukul 3 dinihari aku terbangun dan merasakan bahwa hape dan dompetku sudah hilang, menyesal setengah mati rasanya waktu itu, antara percaya dan tak percaya kok kampung halamanku ini sudah berubah 180 derajat. Padahal semalam aku masih ingat Umakku berpesan nanti kalau tidur jangan lupa hapenya masuk lemari saja.

Secepatnya ku panggil suster lewat tombol panggil pasien, lalu tak lama setelah itu satpam rumah sakit ku cerita kejadiannya, sempat melalui hape pengunjung rumah sakit yang bersimpati kuhubungi nomor telpon itu masih bernada sambung tapi tidak diangkap, lalu telpon kedua sudah putus, ku telpon Bapak dan abang Topik. Kurang dari 30 menit mereka tiba lalu bapak mencari informasi kepada yang lain, aku dan Abang Topik bergegas mencari di sekitar jalan utama siapa tahu uang diambil dan dompet dibuang begitu saja, tapi ternyata hasilnya nihil sampai kami menemukan lampu diposisi arah luar rumah sakit sudah mati semua, aku menduga ini sudah jadi motif pencurian.

Dari informasi yang kedapat bahwa aku tidur mulai jam 24.00 sampai jam 03.00 dinihari, selama jam itu ada yang memperhatikan gerak-gerik 3 orang pengunjung yang berada persis diluar ruang Kenanga no 7. Disekitar jam itu ada pula yang melihat 3 orang tadi masuk kedalam ruang administrasi perawat, sehingga 3 kejadian selama 3 jam tersebut, aku jadi mempertanyakan posisi dari satpam ada dimana? Lau sangat disayangkan pihak satpam tidak mempunyai nomor direct ke pos polisi terdekat. 

Jam 5.00 subuh, Aku menelpon istri di Jakarta, mengabarkan kejadian dan memberikan nomor sementara yang bisa dihubungi. Lalu pihak penerbangan untuk cancel kepulangan serta jemputan ke Bandara. 

Pagi itu juga aku sekitar jam 6 pagi sudah laporan di pos polisi di Stadion Tanjungpandan, untuk melaporkan sekaligus mendapatkan surat keterangan kehilangan. Adapun barang-barang yang kulaporkan hilang yaitu dompet warna hitam yang berisikan KTP, kartu ATM-Mandiri, Kartu JHT Jamsostek, Sim A, Kartu kridit, Hape SE dan uang IDR 550.000,-. 

Setelah dari pos polisi aku kembali ke RSUD, menunggu Direktur RSUD, cukuplah aku korban yang terakhir karena dari mulut-kemulut kejadian kehilangan ini sudah dialami oleh banyak orang tapi karena berpikiran hape harga 200-an jadi diihklaskan saja katanya. Sampai 09.15 WIB. Karena badan bapuk juga belum mandi akhirnya kuputuskan untuk pulang mandi dan setelah itu balik lagi. Dikesempatan beriutnya ternyata Pak Direktur masih ada tamu dan jadwal berikutnya adalah operasi pasien. 

Karena terlihat seperti menggangu bolak-balik akhirnya seorang Kepala Bagian di RSUD, Bapak Syarifuddin Hamid menerimaku setelah sebelumnya oleh staff beliau Ibu Merry tidak bisa menyelesaikan masalahku. Kepada beliau ini aku sampaikan kegelisahanku dan harapan dimasa depan jangan sampai ada korban-korban lain. Karena Beliau juga minta ideku akhirnya kami berdua memetakan kondisi yang ada di RSUD misal kurangnya tenaga satpam, satpam yang ada masih honorer, Shift untuk satpam yang tidak memadai (kondisinya banyak satpam yang kecapeaan), kurangnya tenaga perawat sehingga keberadaan penjenguk sangat dibutuhkan takut tidak tertangani oleh perawat kalu terjadi keadaan darurat. Sehingga dari kondisi yang terpetakan diatas diharapkan bisa diselesaikan satu-persatu demi kenyamanan pasien dan keluarganya. 

Yang herannya aku dengan sistem keamanan RSUD ini karena tidak ada nomor telfon langsung dengan pihak polisi misal cukup pencet 3 angka langsung terhubung dengan polisi. Sorenya aku menemui wartawan dari Belitong pos, dan kuceritakan kejadian ini…..

 

Berikut berita dikoran lokal yang bisa diakses di http://www.bangkapos.com/

Maling Beraksi di RSUD

HP dan Dompet Lenyap 

edisi: Sabtu, 23 Agustus 2008

 

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG — Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan ini terasa mengena terhadap Ade Rawi, warga Desa Pangkalalang, Kecamatan Tanjungpandan, lantaran menerima dua musibah sekaligus. Ibunda Ade tengah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit karena menderita penyakit cukup serius. Ketika Ade sedang menunggui ibunya di rumah sakit, ia kehilangan sebuah telepon seluler serta dompet berisi uang dan kartu ATM yang membuatnya menderita  kerugian sekitar Rp 3 juta. 

“Saya sudah dua malam menjaga ibunda saya yang sedang mendapat perawatan medis di Kamar 7 Ruang Kenanga RSUD Tanjungpandan. Namun pada malam kedua atau Kamis (21/8) dinihari, antara pukul 24.00 sampai pukul 03.00 WIB, HP (handphone) dan dompet saya  hilang dari tempat penyimpanannya. Sempat saya cari kemana-mana tapi tidak ketemu sampai sekarang,”  ungkap Ade kepada Grup Bangka Pos, Kamis (21/8). 

Ade yang sat ini tinggal di Jakarta dan sengaja pulang kampung untuk menjaga ibundanya yang sedang mendapat perawatan di RSUD sempat memanggil tenaga keamanan RSUD  untuk membantu mencari HP dan dompetnya yang diduga digondol maling yang berkeliaran di RSUD.

Ade dan petugas keamanan rumah sakit sampai mencari-cari di kantong sampah dengan harapan pencuri hanya mengambil HP dan uangnya saja, meninggalkan dompet beserta kartu ATM. Namun hasilnya nihil. Seluruh barang milik Ade tetap saja tak ditemukan. Ade pun semakin yakin barang-barang miliknya hilang digondol maling. 

Ketika sedang sibuk mencari ponsel dan dompetnya, Ade sempat diberitahu seorang petugas keamanan rumah sakit yang melihat beberapa orang duduk-duduk di kursi tunggu di luar kamar pasien.  Menurut Ade, petugas keamanan rumah sakit itu sempat menghampiri orang-orang tersebut dan menanyakan keperluan mereka duduk-duduk di kursi tunggu kamar pasien.

“Kata satpam itu, orang- orang itu menjawab sedang menunggu pasien yang sedang dirawat di dalam kamar sehingga satpam itu tidak menaruh curiga dan pergi meninggalkan orang-orang tersebut,” ungkap Ade. 

Pagi harinya, Ade melaporkan peristiwa itu ke pimpinan RSUD Tanjungpandan dengan harapan manajemen rumah sakit menindaklajuti kasus kehilangan barang tersebut. Saat menyampaikan laporan, Ade mendapat pemberitahuan bahwa kejadian semacam itu bukan pertama kali terjadi. Kasus serupa sebelumnya sudah pernah terjadi.   

Ade lalu disarankan melapor ke polisi karena rumah sakit tidak bertanggungjawab terhadap barang-barang yang dimiliki pasien atau keluarga pasien. Ade pun segera melapor ke anggota Polres Belitung agar polisi dapat melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku pencurian tersebut. 

“Maksud saya melaporkan kejadian itu ke polisi agar dapat menangkap pelaku pencurian tersebut. Selain itu saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan cukup saya yang terakhir mengalaminya. Kasihan kepada masyarakat jika harus mengalami peristiwa yang saya alami ini,” kata Ade. 

Direktur RSUD Tanjungpandan dr Henry Musfairil SpB saat dikonfirmasi harian ini, Kamis (21/8), mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat laporan peristiwa ini dari stafnya.

Henry menjelaskan, dalam kasus dugaan aksi kriminal semacam ini pihaknya hanya bisa memberi saran kepada korban pencurian untuk melapor ke polisi agar dapat menangani peristiwa itu  sesuai aturan hukum. 

Menurut Henry, pihak rumah sakit sebatas bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan pasien sedangkan keberadaan barang-barang milik pasien dan keluarganya menjadi tanggungjawab yang bersangkutan. 

“Kami juga sudah memperingatkan kepada pasien dan keluarganya agar dapat menjaga dan mengawasi sendiri barang-barang miliknya. Bahkan peringatan itu ditulis dalam kertas dan ditempelkan pada sejumlah dinding di  rumah sakit,” jelas Henry. 

Dari catatan Grup Bangka Pos, kasus semacam ini juga pernah menimpa seorang warga Tanjungpandan bernama Ny Maryati yang kehilangan dua handphone miliknya ketika sedang menjaga  orangtuanya yang menjalani rawat inap di Ruang Bougenville RSUD Kabupaten Belitung pada tanggal 25 Juni 2008 lalu. (sya)


Responses

  1. ikut prihatin ya pak, tp biasanya tu hp kan “dikalungin” pak?

  2. waktu tidur hapenya dilepas pak dari kalungan ..

  3. Assalamu’alaikum
    om adek ini suya’
    wah ceritenye mengharukan,.
    he,.he
    tapi aku ade judul bagus untuk kisah tadi

    HILANG HP JADI NGE-TOP

    jarang-jarang urang hilang HP masok koran
    n
    seluruh dunie disuro tau pulak untuk kejadian ini,.
    maaf kalo tesinggung
    becangek om,.
    ade rencane nak lebaran ke belitong ke??
    maaf baru sekarng buka blognye
    karne agik sibuk ngurusek tuko
    salam untuk urang disanak

    biasenye kalo kite hilang karene dirampok or dipaling,. rejekinye nambah banyak

    contohye kemarik aku isak dirampok di senen ilang HP n duit jadi dapat HP yang lebih bagus n yang penting pengalamannye,.
    “BAHWA HIDUP ITU HARUS BERHATI-HATI”
    dengan siapapun jangan mudah percaya atau teledor untuk segala sesuatu

    isok kalo aku la nyampai semarang, insyaallah nak muat blog juak,. yang lebih keren dari pada blog om adek,.

    Boleh fotonye om adek keren juak,.

    sekarang agik ngenet di tuko syamsu
    sebenarnye tadi cuman disuro umak aku ngeprint
    tapi sambil nunggu iseng-iseng ngenet

    Da,.da,.
    Betare ye,.
    Wassalamu’alaikum,.

  4. @suya’
    wew panjang benar…. makanya buruan bikin blog sendiri biar hobi nulisnya tersalurkan…

    btw, hari ini baru sempat ke kekelurahan di jaticempaka Pondok Gede, ngurus KTP ha.. ha.. kemarin targetnya SIM nya diurus duluan dengan fotocopian KTP ya ngak…

    Lebaran ini ndak balik, tapi Umak akan segera dibawa ke Jakarta untuk perikse jantongnye setelah lebaran ini

    salam jua ye… rajin-rajin main disinek, Ya’


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: