Oleh: adek | Agustus 2, 2008

kisah puisi helicopter

Masih ingatkah puisi Helikopter, yang pernah kukisahkan dalam sebuah tulisan yang berjudul puisi buat moza …

Helikopter
Balingnya berputer
Aku anak pinter
Sekolah tidak dianter
  ….. 

Raut muka Moza-pun masih kuingat jelas walaupun peristiwa itu sudah lebih dari satu tahun. Betapa takutnya dia menghadapi hari-hari pertama sekolah.

Hari ini berkat puisi itu aku melihat sendiri anakku memimpin senam-pagi puluhan siswa-siswi baru dan lama di lapangan sebelum masuk ke kelas masing-masing.

Istriku dengan mata berkaca, menggigit bibir bawahnya menahan haru. Walau gerakan senamnya jauh dari sempurna, tapi Moza BERANI menunjukkannya.   Sayangnya camera hapeku tak begitu jelas membidik posisinya di depan puluhan siswa-siswi lain.


Responses

  1. hhmm.. saya kira2 bisa ikut ngerasain bangganya sadek&sari.

  2. Wew…brasa jadi bapak bener ya

  3. semoga menjadi anak yang pinter dan bisa nerbanging helikopter ya pak”’

  4. bang …. semoga anak-anaknye jadi anak soleh/solehah. salam kenal dari Manto

  5. […] Semua sesuai rencana karena lebih mudah dibayangkan sebelumnya dibandingkan dulu sewaktu masuk TK yang harus dibacakan puisi khusus supaya Moza punya semangat. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: