Oleh: adek | Juni 12, 2008

Menyelesaikan perihal Keberatan Pujian

Setelah beberapa hari salah satu anggota teamku yang menangani komplen ini sakit karena operasi kecil, maka aku kembali turun incharge untuk menggali jawaban atas komplen di mesin special yang bermasalah tersebut.  Pasalnya kulihat seminggu ini mesin tersebut stop karena masalah die cut sangatlah tinggi.

Sebelumnya keberhasilan kita menangani masalah ini sewaktu 6 bulan yang lalu sudah dikumandangkan kemana-mana.  Apalagi cara yang kami pakai kemarin sudah ditiru di group pabrik plastik yang lain.

Sungguh.. Aku udah jadi keberatan pujian jadinya.  Untung tidak mabok ha.. ha …

Kumasukan 3 personil yang in charge di mesin special ini dalam ruang Doujo, kuajak mereka merokok bersama, pertama mereka agak sunkan rupanya, dan aku buru-buru menyadari perubahan sikap mereka.

Aku mulai bertanya tentang keluarga dan joke buat mencairkan suasana, agak lama juga, tapi harus kulakukan biar bicaranya lebih enak dan mengalir.  Satu persatu kupaksa mereka bicara apa adanya karena ingin kita selesaikan masalah ini dengan sesegera mungkin.

Setelah mendengar pendapat mereka dan jadi memalukan sebagai bangsa yang penuh kreasi ini, ” Pak, masalah Die cutnya, stoknya yang dari Jepang sudah habis “. kata yang berbadan tegap.  Alamak … kenapa mereka berpendapat seperti ini dalam hatiku berteriak.

Aku mengajak mereka merapatkan kursi, sambil kupelankan suaraku supaya mereka lebih konsentrasi terhadap apa yang sedang kutulis dikertas depan mereka. ” Kalian tahu bahwa kita menemukan cara mengukur high dan power balance yang cocok untuk diaplikasikan pada unit die cutting kita, dan 6 bulan yang lalu kita diskusi panjang lebar diruangan yang sama ini  ?”, kataku sambil menatap satu-satu wajah mereka.

Yang berjanggut tanpa malu-malu menjawab “, ya pak .. !” .  Lanjutku, ” Bagaimana mungkin kalian bilang die cut dari Jepang lebih baik sebelum kita lakukan dulu cara yang kita temukan itu,  Kalian tahu bahwa cara kita mengukur high balance itu saja sudah dipakai oleh orang jepang itu sendiri, dan mereka menyetujui cara kita lebih baik dari mereka” , sambil kubangkitkan semangat 3 orang ini.

“iya pak”, kata yang sleboran sambil menghisap rokok.   Aku kemudian menuliskan beberapa fakta yang bisa dimengerti dan kuajak menereka mengulasnya satu-persatu, kapan kita gagal dengan suplier lokal, tak lebih karena waktu pertama kita belum punya method untuk mengukur high balance. ” Terlalu mudah kita mengambil kesimpulan'”, kataku.  “Jadi dengan method yang kita punya kita mestinya bisa menggunakan die cut local, seperti kebanggaan kita menemukan cara mengukur high balance dan power balance”.

“Iya pak,  jadi kapan kita coba lagi pak?”, kata yang berbadan tegap yang sudah tersadar dan menemukan benang merah yang kusut itu.  “Secepatnya, jangan sampai masalah ini berlarut ya”, kataku sambil tersenyum.  “Kalian setujukan kalo kita bisa dan mampu menyelesaikan masalah ini, jadi jangan pernah ada pendapat bahwa produk luar lebih baik, lebih super. Malu dong kita sebagai bangsa Indonesia. Kita mampu kok.  jadi lakukan dulu pengukuran high balance dan power balance lalu gunakan die cut lokal, pasti bisa, Ok “. lanjutku.

“Baik pak kami coba di next shedule !” kata mereka mulai berencana.

“Ok “,  kataku sambil menutup meeting dan kusalami satu-satu, yang berbadan tegap menggenggam jabatan tanganku agak kencang.  Tapi aku tak punya cara lain untuk merubah imej mereka terhadap kebisaan dari skill mereka untuk menyelesaikan masalah yang ada…


Responses

  1. Setuju pak kita harus tetap berusaha, lebih baik maju terus kedepan walaupun merangkak, dari pada tegak gagah berdiri tapi jalan di tempat.

  2. setubuhhhhh …

  3. pemimpin yang hebat bs ambil n bangkitkan semangat anak buah hebat pak….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: