Oleh: adek | Mei 15, 2008

Sang pemain yang tak bernomor punggung

Sang Pemain yang tak Bernomor Punggung
Tulisan singkat dalam rangka 10 Tahun Reformasi

“Pak, itu Om Safik dan Om Alex ya pak ?”, kata Moza disamping sambil menunjuk ke foto yang dimuat disebuah surat kabar ibu kota, yang sedang kubaca. Koran Tempo, tanggal 12 Mei 2008 ini memang memuat tulisan panjang tentang 10 Tahun Reformasi.

 

Ada beberapa petikan wawancara dengan para pelaku sejarah di tahun 1998 yang dirangkum dalam sebuah laporan khusus yang berjudul Dunia Lain Para Komandan.

 

Singkat cerita … di 2 malam sebelumnya, istriku Sari di interview via telpon oleh wartawan surat kabar ini. Dan sepengetahuanku dia sangat berhati-hati sekali dalam memberikan pernyataan, terlebih lagi karena peristiwa awal runtuhnya orde baru itu itu sudah lama sekali dan pasti ada  kisah-kisah yang hilang disana seiring waktu. Karena juga tidak ingin pembaca nantinya jadi salah persepsi yang bisa mengakibatkan rusaknya citra gerakan mahasiswa waktu itu.

 

Walau bagaimanapun kondisi sekarang ini merupakan buah yang bisa dipetik dari jerih payah sebagian perjuangan pemuda, pelajar dan mahasiswa waktu itu.  Dan ini yang membuat perubahan luar biasa dimasa kini.  Banyak hal, misalnya kita bisa berbicara bebas, asal bertanggung jawab. Bayangkan dulu keadaanya seperti apa … pahitnya, pasca Bapak pembangunan ini jatuh juga membuat PERS kita bangkit kembali setelah sekian lama diberangus, sampai ke partai-partai politik barupun bermunculan dan ikut mewarnai pentas demokrasi di negeri ini …

 

Dalam tulisan tersebut, Sari menyampaikan bahwa gerakan teman-teman mahasiswi dimasa itu tidak bersifat sebagai bunga-bunga reformasi saja, jauh dari hal tersebut. Peran serta mahasiswi tidak bisa dipandang enteng.  Karena posisi perempuan dan laki-laki adalah sama.  Tapi sang wartawan sepertinya, kurang memahami point yang hendak disampaikan sehingga terkesan pencitraan gerakan pemuda 10 tahun yang lalu kurang nyaman untuk disimak.  Karena bagi Sari dan beribu kawan-kawan perempuan yang lain pencitraan ini sangatlah penting. Walaupun demikian mereka yang terlibat tidak ada setitikpun bermaksud menorehkan nama disana. Karena memang terbukti setelah masa itu, mereka kembali ke-habitatnya masing masing. Dan tentunya yang sekarang banyak menikmati adalah politisi-politisi itu yang sekarang menempel sebagai wakil dari rakyat. Semua dilakukan dengan iklas karena didasari oleh inginnya suatu perubahan yang total untuk menuju tatanan lebih baik salah satunya dengan cara menurunkan Soeharto dan paketnya diwaktu itu.

 

Cukuplah baginya bertindak sebagai pemain yang tidak mempunyai nomor punggung, tak perlu tampil terus didepan. Hatinya cukup senang dan gembira terhadap perubahan-perubahan yang hadir dan terjadi sekarang ini. Perihal hal lain didalam perjalanan itu, ada individu-individu yang bermain politik, itu perkara lain, tapi secara umum gerakan pemuda, mahasiswa waktu itu adalah murni persoalan untuk perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik.

 

Senada dengan apa yang disampaikan Alex yang sekarang lebih memilih menjadi pengusaha kompor dan Safik yang lebih senang mengelola toko buku onlinenya http://www.khatulistiwa.net/.  Dan bagi kami yang secara umum lebih nyaman dengan habit sekarang ini walau sering kali merasa gregetan dengan peristiwa politik yang terjadi.

 sna-022

 

Sekali lagi bagi Sari dengan pembelajaran hidup yang didapat dari proses gerakan mahasiswa sudah cukup membuatnya merasa senang. Karena Sari pernah berada didalam sana dengan suka dan dukanya.

 

 

 

 

 

…. selesai kubaca surat kabar itu lalu kupeluk erat-erat Moza yang masih setia disampingku, yang merupakan Sari kecil yang nantinya harus bisa seperti ibunya itu ….

 


Responses

  1. 10 tahun sudah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: