Oleh: adek | Mei 10, 2008

Aku bilang Talenta kau boleh bilang Kreativitas ….

Dari pertama Aku endak begitu menyimak apa yang dibicarakan Heru dan Tommy dimalam itu.  Seseru apa tema pembicaraan  yang mereka angkat, tapi semakin lama kok jadinya membuatku merasa perlu untuk mengikuti perbincangan ini.   Antara Talenta dan kreativitas begitulah kiranya tema dari pembicaraan mereka …

Akupun ambil bagian dalam pembicaraan ini akhirnya. Dan menjadi begitu penting karena kurang lebih sebulan yang lalu Sari memutuskan untuk resign dari Group Sampoerna, aku masih berpendapat bahwa jenis pekerjaan yang akan ditinggalkannya akan lebih mudah dan cepat dikuasai oleh penggantinya, toh pikirku sekali lagi cuma sekedar pekerjaan administrasi dan sekreatarial thing biasa.

Dan sewaktu hal itu kusampaikankan ke Sari bersamaan dengan situasi dia sedang berpusing ria membantu mencari pengganti dirinya.   Sari  tampak jengkel dan menganggapku meremehkan apa yang yang selama ini dikerjakannya. Aku hanya menyampaikan bahwa yang penting base pengetahuan sekretarisannya kuat dulu.  Paling seminggu bisa menguasai medan pertempuran, eh …  Sari jadi tambah sewot.  Dan waktu itu aku belum dapat benang merah yang di maksud oleh Sari.

Tapi ketika malam ini topik ini meluncur didepanku, seketika aku baru menyadari point yang tak pernah tersampaikan karena keburu berubah suasana.  Dan pembicaraan Heru dan Tommy semakin dalam, ketika mengambil beberapa contoh yang membuatku semakin tersentak dan merasa bersalah terhadap Sari.

“Contoh case saja, untuk sebuah laporan, tentunya gue lebih enak menyimak dari laporan Si A karena dalam laporan si A sudah lengkap dengan data penunjang,  Nah kalo Si B, gue harus bolak balik tanya si B,…  yang ini apa maksudnya dan ini kenapa menjadi begini dan sebagainya cape deh … gue minta dulu baru dicariin…  Habis waktu gue disana.  Nah disitulah bumbu-bumbu si A tadi berperan.  Dan hal ini tentunya didapat dengan jam terbang serta pengalaman yang cukup.  Bagaimana dia menguasai Sang Bos, medan pertempuran dan sebagainya.   Hmmm bumbu itulah yang disebut talenta yang tadi lo bilang kreativitas ya, Tom “ kata Heru panjang lebar.

Aku langsung bergumam… jadi memang dalam konteks pekerjaan Sari, ini bukan sekedar pekerjaan sekretarisan biasa … ada hal lain disana yang membuat  nyaman, apa itu seni dan cara pelaporan, dan sebagainya dan sebagainya…. Dan pantas saja sudah banyak calon pengganti di hadapkan dengan Sang Bapak, tetap saja terasa kurang pas…. Something lossing …. Dan hal ini membuatnya ditahan-tahan untuk resign.

Jadi Maap ya Sar …. Aku salah mengerti  kalau begitu….


Responses

  1. begitulah kaum laki2. apa yang dirasakan kaum perempuan dianggap remeh, urutan prioritas paling akhir..

  2. maap ya bu nana… aku baru sadar kalo ada sekretaris yang baca dan nulis coment diatas … ha ha ha…

    bisa dimarahin satu tarakanita nihhhh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: