Oleh: adek | Februari 13, 2008

janji diatas JANJI

Uiihhh…  senang rasanya bisa pulang cepat hari ini.  Duduk manis di depan PC sambil menulis kembali.  2 hari yang lalu saat load kerja lagi berat-beratnya aku mendapat sms dari Syafik tentang pertemuan dengan teman-teman lama di Tebet Utara 1 No 8, salah satunya adalah dengan calon doctor dari Oxford University,  Beni Hari Juliawan.

Sejak 1999 kita tidak jumpa.  Maklumlah sejak Beni mendapatkan beasiswa sampai tingkat doctor ekonomi, otomatis kami tidak tak pernah bersua.  Pertemuan 2 hari yang lalu itu langsung terlewatkan begitu saja. Laki-laki yang begitu sempurna setidaknya dimata teman-teman wanita waktu itu. Pintar, baik hati tapi sayangnya tidak bisa membalas cinta karena dia seorang frater… ha .. ha.. ha 

Dengan fasihnya berbicara tentang trust dan risk yang merupakan bagian dari teori The Third Way-Anthony Giddens (Direktur dari London School of Economic & Political Science (LSE)). Belum lagi kalo diminta menerangkan 3 faktor yang menentukan karakter modernitas, yaitu time-space distanciantion, disembedding mechanisms dan flexivity.  Pokoknya kita bisa dibikin  gubrak … atau buru-buru menyandingkannya dengan Dr. Ignas Kleden ha .. ha .. ha ..(ketawa lagi)

Walaupun demikian Beni menyampaikan dengan cara yang sederhana.  Disinilah keberhasilan sebagai seorang teman yang bisa membagi ilmu.  Selain itu Beni juga guru bahasa inggris kami di Centeraal Studiet 164.  Setidaknya banyak cerita yang ingin aku dengarkan darinya dan bukan sekedar tetek-bengek cerita masa lalu waktu digerakkan mahasiswa.  Dan mudah-mudahan Beni sudah bertemu langsung dengan Giddens ha… ha… ha (eh ketawa lagi)

Berkaitan dengan masalah janji dan pertemuan ini, aku jadi teringat banyak pertemuan yang sering kali gagal karena bentrok dengan jadwal ku.   Sebegitu sibuk kah diri ini pikirku…. macam orang penting saja pikirku lebih lanjut.

Terakhir kali aku ketemu teman lama setelah hampir 15 tahun tidak berjumpa, Kusdian atau Pak De, kami memanggilnya.   Selama ini dia kembali ke kampung halaman karena harus melanjutkan usaha orang tuanya dibidang transportasi, dan kedatangannya kali ini ke Jakarta kemarin juga dalam rangka mendapatkan sertifikasi bidang kelistrikan. 

Padahal pada saat pertemuan itu kusanggupi, bersamaan itu juga ada acara kawinan teman akrab.  Sebuah pilihan yang sulit kupikir.  Akhirnya acara kawinan teman aku nomor 2 kan, masih bisa datang malam karena acaranya dirumah. 

Sore itu aku mengikuti panduan SMS teman lain yang mengatakan kami harus bertemu di Setiabudi One pukul 14.15 WIB.  Dan Kusdian datang lebih awal seperti biasa orang daerah masih tepat waktu ha… ha .. aku nomor dua, kita duduk lama hampir 30 menit di Starbuck sampai Zikri dan Erwin sipembuat SMS yang tiba pukul 15.15 WIB.  Tak lama disitu akhinya kita berputar mencari tempat makan yang cocok dengan lidah Kusdian.

Lama berputar yang ini tak cocok yang itu tak sesuai akhirnya kami berempat menuju Sarinah-Tambrin.  Setengah tidak cocok akhirnya diputuskan juga makan di PizzaHut, sampai jam 7 malam kita disitu.   Apa saja kita obrolkan. 

Sementara aku sebenarnya sudah tidak enak hati dengan istriku yang sudah siap-siap dari setelah magrib untuk sebuah Janji ke pesta kawinan teman.  Dengan berat hati Aku pamitan dan diantar kembali ke Setiabudi One karena kendaraanku diparkir disana oleh ketiga teman yang lain.   Selepas salaman dengannya, aku merasa… kok aku egois sekali…. sekian lama kita tidak pernah berjumpa, tapi waktu yang diberikan untuk bertemu kubatasi pula.

Sepanjang jalan menuju rumah aku teringat dengan teman lamaku ini, kapan saja kami ingin bertemu menit itu pula kita bisa bersua.  Entah muncul dari dapur ibunya atau muncul dari jendela kamarnya.  Waktu itu tanpa batasan apapun sepertinya… tapi sekarang aku telah menjadi manusia yang selvis dan egois untuk kasus ini.  Bahkan mungkin untuk pertemuan seperti ini lagi harus menunggu moment seperti ini sekian lama  lalu kembali masing-masing mencocokkan dengan jadwal kita dan beruntung kalau sama-sama cocok, nah kalau tidak ?

… uihhhh aku benci sekali tapi mau bagaimana ……………….


Responses

  1. Kadang memang begitu dalam kehidupan … ibarat kata miskinpun bisa sombong ha ha …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: