Oleh: adek | Januari 12, 2008

surat Sdr. Ir. SOEKARNO dari Sukamiskin kepada Sdr. Mr. SARTONO

surat Sdr. Ir. SOEKARNO dari Sekamiskin kepada Sdr. Mr. SARTONO

Sukamiskin, 14 Desember 1931

Jth. Saudara Mr. Sartono
di Djakarta

Saudara,
Dari saudara Thamrin jang kemarin pagi mengundjungi saja didalam pendjara Sukamiskin, saja mendapat berita, bahwa dari mana-mana tempat (djauh dan dekat) datanglah chabar, bahwa banjak sekali saudara-saudara kaum sefaham jang berniat mendjemput saja beramai-ramai di muka pendjara Sukamiskin nanti pada hari Kemis 31 Desember pagi-pagi. Berita ini sangatlah mengharukan hati saja, dan memenuhinjalah dengan rasa tjinta dan terima kasih pada sekalian saudara-saudara jang begitu setia itu. Tetapi walaupun begitu, menurut fikiran saja, pendjemputan itu kurang perlu. Zaman sekarang adalah zaman meleset, zaman kesempitan pentjaharian rezeki ,-uang jang akan dipakai untuk pengongkosan itu, terutama bagi saudara-saudara jang dari djauh, lebih utamalah kalau digunakan untuk barang jang lebih berfaedah. Oleh karena itu, maksud untuk mendjemput saja beramai-ramai itu sejogianja djanganlah dilangsungkan.

Untuk saudara-saudara dari Bandung sendiri dan sekitarnja, sepandjang hari Kemis 31 Desember itu, dari pagi sampai sore, toch ada tjukup kesempatan untuk berdjumpa dengan saja. Sebab baru keesokan harinjalah saja berangkat ke Surabaja dengan kereta apa eendaagsche untuk hadir didalam kongres Indonesia-Raya. Dan didalam kongres itupun saja toch akan berhadapan muka djuga dengan banjak dari saudara-saudara.
Kawan-kawan jang lain haruslah sabar: Insja Allah, saja tiada akan lupa lekas-lekas menemui mereka.
Didalam zaman meleset ini kita harus berhemat!

Dengan salam pergerakan.
Saudaramu,

SUKARNO

Sumber: DI BAWAH BENDERA REVOLUSI hal 119

Sifat dia (Ir. Soekarno) selalu mencerminkan sosok pemimpin besar, selalu memerhatikan keadaan rakyatnya, beliau menolak untuk disambut, karena merasa akan ada biaya untuk menyambutnya, beliau berpikiran alangkah lebih baik jika biaya terebut digunakan untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Seharusnya hidup ini penuh dengan keperdulian, kondisi kaya ataupun miskin, kita harus tetap peduli pada teman, rekan, tetangga, dan masyarakat sekitar kita.

Kalau bicara tentang pemimpin sekarang pada umumnya mintanya selalu ingin disanjung dan dipuji. Wahai para pemimpin janganlah kau berdiri di sana hanya karena ingin dipuji, berdirilah di sana karena ingin mengabdi pada rakyatmu, dengan begitu rakyatmu pasti akan menghormatimu dan kita sebagai rakyat biasa, tentu akan siap membantumu wahai pemimpin, jika kepemimpinanmu adalah pengabdian untuk kami, untuk kita bersama.

——————–


Responses

  1. BAPAK Ir. Soekarno, sosok REFORMER terbaik yang pernah dimiliki bangsa INDONESIA. sayangnya hal itu tidak dimiliki sedikitpun oleh anak2 yg terlahir dari istri2nya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: