Oleh: adek | Desember 13, 2007

Dasar …!

merokoh.jpg 

Berhenti merokok ….
Gimana caranya itulah sedang yang kupikirkan, prestasi terbaik dalam hal ini adalah waktu terlama yang bisa kucapai untuk tidak merokok adalah 2 minggu pas. lalu sisanya balik lagi jadi perokok.

Ingat sewaktu kelas 2 SMP saat aku mengambil rokok Pak Guru PMP-ku yang terjatuh dikursinya. Dan kuhisap dalam-dalam dan kubuat asap bulat-bulat dikamar temanku bersama yang lain, dan waktu itu menjadi pengalaman pertama merokok. Yang menjadi starting yang kurang baik, walhasil hari itu aku dicap anak yang nakal oleh ibunya temanku karena ketahuan oleh kepulan asap di dalam kamar. ….

Dan hari ini saat memasuki ruang Pres Dir Pabrik plastik ini aku malah di persilahkan menghisap rokok yang ada di meja besarnya, baginya diruangan ini Smoker is Winner, hi hi hi … aku jadi tertawa sendiri mendengar pernyataan itu.

Dari sekian banyak rokok yang tersedia, dia menerangkan bahwa yang bungkus coklat dan bertulisan smoking made cancer dari Jerman dan yang biru dan bergambar pasien sekarat terbaring dan terpasang selang di alat pernapasannya dari Thailand, dasyat sudah peringatan terhadap bahaya merokok. Tapi teteup saja dengan sadar membiarkan diri ini …

Dari bungkus rokok saja sudah terlihat begitu dasyatnya peringatan terhadap bahaya merokok, bahkan di Jakarta saja sudah diatur berdasarkan perda daerah untuk tempat-tempat merokok untuk menghindari asap rokok mencemari kesehatan orang lain yang tidak merokok.
Didalam pencaharianku ini akhirnya dengan setengah putus asa antara ya dan tidak aku menemukan artikel kesehatan yang kira-kira berbunyi demikan :

  1. Sebelumnya menganalisa kenapa kebiasaan merokok terjadi dan dari mulai kapan.
  2. Melakukan macam-macam hal yang akan mengerem keinginan merokok. Dan menyusun daftar alasan misal untuk menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan, bila perlu untuk kehidupan sosial yang lebih baik karena faktor ini berpengaruh untuk kesehatan dan kepentingan keluarga. 
  3. Memilih hari terbaik untuk melakukan pemberhentian ini dengan mengabarkan kepada semua orang yang kukenal, supaya dalam masa itu ada orang yang membantu mengontrol.
  4. Mengalihkan perhatian dengan mengkonsumsi permen atau permen karet tanpa gula. Sementara waktu, kurangilah kegiatan yang berkaitan dengan rokok.
  5. Melakukan pengetatan terhadap uang untuk membeli rokok dengan mengalihkan untuk membeli hadiah untuk diri sendiri seperti buku dan sebagainya
  6. Katanya lagi dalam artikel itu selama minggu pertama (sampai kira-kira empat minggu), makanlah makanan yang mengandung kalori rendah. Juga minumlah banyak air.

Hasilnya setelah kubaca semua akhirnya itupun aku baru merencanakan untuk berhenti merokok … bagaimana neeeeeehhhh.


Responses

  1. Oi bro, la lamak ndak ngayau ke tempat mikak ne rupenye la banyak hiasan. Kiape kabar rupenye la nak brenti ngerukuk uji kawan aku cube puase, tapi aku isak nyube lum kuat base lingkungan juak kaloknye.

  2. Baguuuuussss….!!!!! kalo dalam 5P ini baru aja dimulai proses PEMILAHAN….tul ga ya urutannya pa waket ??

  3. @ YUDi makanye sering main dimari, biar lihat setiap perubahan yang terjadi, btw ente jadi anggota blogger batam ye?

    @ WWT thank’s you telah berkunjung ke webblogku, setidaknya sampai kubalas commentmu ini aku sudah tak merokok dari sejak ku menulis artikel Dasar…!, memang harus dibuat moment supaya bisa berhenti total

  4. Ada satu cara buat ngilangin kecanduan merokok, waktu membuka bungkus rokok dan mengambilnya, jangan langsung dibakar, tapi diselipkan di ketiak alias ketek, mudah-mudahan bisa mengurangi keinginan untuk merokok karena rokok yang akan dibakar sudah tercemar, hehehe…

  5. Coment dan saran @atas ginanjar lucu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: