Oleh: adek | Desember 5, 2007

benar seperti RODA

ruda.jpgTersentak kaget hari ini aku mendengar kabar kurang mengenakan ini.  Antara percaya dan tidak ku dibuatnya, tapi yang menyampaikan berita ini adalah si Agus, adik ku yang kutahu tidak punya track record berbohong dan bergossip dengan abangnya ini.  Jadi artinya berita yang kuterima ini keakuratannya teruji benar.

Saudara sepupuku jatuh melarat-kira-kira inti beritanya.  Bagaimana mungkin kupikir, Dia ini begitu mewah dulunya, kini harus menjual harta-bendanya dan hidup atas belas kasih orang lain.  Aku langsung mengingat kejadian lama yang bisa ku rewind diotak ini. 

Zaman ku kuliah di Serpong tahun awal 1994, Dia sudah memulai kehidupannya sebagai Orang Kaya segala ada.  Karena lebih dari mampu disemua bidang untuk pendidikan sang anak pun diambil pula sekolah islam termahal dengan penambahan ektra kegiatan di lembaga dan khusus termahal pula.  Belum lagi kendaraan roda 4 yang berganti-ganti.  Paling yang kurasakan betul adalah renovasi rumah yang tidak habis-habisnya mengikuti perkembangan zaman.  Seakan-akan hidup ini akan indah terus selamanya.  Dan siapa yang bisa menduga jika kejatuhan ini begitu cepat.

Lebaran lalu ditahun ini, ada memang selepas-selepas berita kurang enak didengar tentang Dia ini, tapi kadang kurang enak juga menanyakan langsung dengannya apalagi Dia termasuk pendiam.  Dan sekarang dengan keadaannya seperti ini, sepertinya sangat susah untuk dibantu.  Dapat dibayangkan dengan pola kehidupan enak sekian tahun dan langsung mendapat hantaman secara cepat seperti ini dengan perubahan yang drastis pastilah butuh waktu yang lama dan phisik serta psikologis yang kuat.  Secara ekonomi dia pernah mengalami puncak yang menurutku luar biasa diusianya yang belum begitu tua, belum terlambat untuk bisa menata kembali  kehidupannya.

Dalam kurun 2 bulan ini 2 pelajaran besar yang kuambil dari meninggalnya Wa’ Nadi dan yang terakhir kejadian ini, yang satu aku dipaksa belajar untuk menghargai umur dan yang ini aku dipaksa untuk menghargai apa yang sudah kita dapat sebagai rezeki dari yang maha kuasa.  Hidup benar-benar seperti Roda yang bundar setiap kali kita diatas janganlah kita lupa bahwa kita akan berada juga dibawah.

Semoga Tuhanku selalu membimbing aku dan keluargaku tetap dijalanNya Amiennn 

  


Responses

  1. Keep Alhamdulliah kawanku …. Live never ending for unexpected result ….

    Sebele-bile nulis tentang bonsai beb…

    hehehehehe

  2. What….!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: