Oleh: adek | November 22, 2007

first human drawing

12.28 WIB, posisiku beserta piring dan serangkaian lauk pauk dikantin pabrik plastik. Ditambah dengan sendok ditangan ketika hapeku berbunyi dari Sari. Sebuah SMS dikirimkan dengan tulisan …I sent Moza first human drawing to your Email, please check ! It’s so cute …..

Aku jadi enggak konsen jadinya pengen tau lebih cepat. Ada apa gerangan yang dimaksudkan oleh istriku.

Setengah berlari kedalam pabrik, aku menuju meja kerja diruang admin produksi yang kami sebut sebagai kantor produksi. Ruang ini biasanya di isi 20 orang tenaga Administrasi untuk kapasitas 20 ribu Ren, kubuka pet-laptop dan resieve email langsung bekerja. Email yang dimaksud sampai dan kubuka….

Istriku kembali menuliskan dalam email singkatnya itu … Darling … its so Cuteee…. finally she can made a human drawing hi hi hi.. check out dear …!

4first-drwg1.jpg

Moza menggambar disebuah kertas A4. Aku coba mengartikan apa yang disampaikan Moza lewat gambar kecilnya itu, untuk gambar yang dibuatkan dengan pensil warna biru; adalah tiga orang, mungkin yang dimaksud adalah sebuah keluarga, ada bapak yang digambar agak kurus dan ibu yang digambarkan agak gemuk dan menggunakan rok lalu ada anak kecil disitu, layaknya seperti aku, Sari dan Moza

Lalu gambar dengan pensil merah masih tentang keluarga mungkin ibu dan bapaknya. Bagiku bapaknya haru-biru dan gembira campur aduk betapa tidak Moza menggambarkan sebuah keluarga walau dengan caranya yang seperti itu. Di umurnya yang baru 4 tahun ku pikir memang sudah bisa mendeskripsikan sebuah keluarga dengan cara yang sederhana. Baginya sebuah keluarga adalah Moza, Sari ibunya dan aku sebagai bapaknya setidaknya seperti itu yang dimaksudkan dalam gambarnya tadi.

Dengan demikian perjalanan anak kecilku sebagai manusia sudah melewati tahap yang cukup menggembirakan kami sebagai orang tuanya. Semoga ini bisa dilanjutkan dan tanpa halangan tentunya.

Belum tuntas aku berpikir email sambungan dari istriku masuk dan disampaikan bahwa pagi ini gambar itu dibuat moza diatas tumpukan pakaian yang sudah disetrika, tak kurang dari 5 menit pekerjaan menggambar itu dilakukan sambil menemani ibunya menyetrika blazer kerja.

Berarti hasilnya bisa lebih baik jika dilakukan ditempat yang datar dibandingkan diatas lekukan-lekukan pakaian tentunya.  Dan yang penting tebakanku terhadap gambar yang bewarna biru benar menurut Moza juga sama tapi terhadap gambar dengan pensil merah ternyata aku salah, Moza menggambarkan tentang hubungan ibu dan anaknya…

“Itu gambar  Aku (baca: Moza) dan satunya Ibu “, begitu katanya kepada istriku…. dasar Moza, memang dia lebih dekat dengan ibunya ….


Responses

  1. Heheee…… mau lebih dekat ma moza brur? situ mesti hamil dulu yar kontak bathin pertama terjalin.. kedua, situ nemenin dia tiap ari…. hehehe…. kalu kata wong jepang “atarimae ade chan” heheee……
    da nasib kaum bapak de… terima ajehh….

  2. Nasib bapak yang punya burung ye…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: