Oleh: adek | November 16, 2007

Andaikan GURU benar menjadi PAHLAWAN dengan tanda JASA

Kebetulan masyarakat milis BELITONG.com lagi hingar-bingar masalah jasa guru-guru dimasa sekolah dulu, hal ini makin hangat dibicarakan setelah dipicu oleh suatu penghargaan dalam HUT PGRI yang didapat oleh Ibu guru Muslimah, Guru SD Muhamadiyah – Gantong yang merupakan guru dari tokoh Ikal dalam Laskar Pelangi.
Aku bergegas mengingat kembali masa-masa kecil sekolah di Belitong sana. Tak banyak memang yang kuingat karena memang ku akui ingatanku buruk. Tapi sepertinya ada sebuah lagu tentang guru yang pastinya kuhapal, Hymne Guru judulnya ….

Terpujilah … wahai engkau ibu-bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku-ukir didalam hatiku
Sbagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu ….
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa.. tanpa tanda jahasa

Lagu ini kuingat sering kali menjadi pilihan yang sering kali ditampilkan disetiap upacara bendera hari senin. Betapa tidak kami selalu berdiri tegak membusung dada, mengepalkan tangan disamping dengan dibalut seragam putih merah. Masih ada kebanggaan ku sebagai pelajar dari sebuah Sekolah Dasar Negeri IX, yang disana disebut juga sebagai SD Teladan, namanya teladan itu sendiri bukan diberikan tanpa alasan. Sebagai sekolah yang dari tahun- ketahun selalu memboyong juara di tingkat Kecamatan mulai dari cerdas cermat sampai perlombaat olahraga dan hal inilah yang tentunya selalu membuat julukan sebagai SD teladan selalu melekat, semua bukti juara bisa dilihat dari banyaknya piala dan piagam yang diletakkan di ruang guru

Mengenai Hymne Guru diatas, pastinya generasi 90-an banyak yang tidak mengetahui lagu ini. Lagu yang diciptakan oleh Sartono khusus untuk kita mengingat kepada guru-guru kita, yang digambarkan betapa mulianya tugas-tugas para guru. Lagu tanpa disadari membawa alam bawah sadar kita keingatan terus akan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Konon kata GURU itu sendiri terdiri sering dihubungkan dengan penggabungan dari kata GUGU dan TIRU dalam bahasa sunda, artinya di GUGU kira-kira hampir sama dengan kata “diturutin” sedangkan TIRU ya ditiru, atau dicontoh, jadi harpiahnya seseorang yang bisa dituruti dan ditiru baik itu tingkah laku dan perkataannya .
Masih dizaman sekarang ini seorang guru harus bisa mensiasati pengeluaran selama gaji hanya bisa dipergunakan untuk keseharian saja. Kadang pula diterpa masalah keterlambatan penerimaan gaji. Entah mengapa profesi guru di negeri kita belum menjanjikan. Walau ada sebagian kecil mungkin yang mengajar di sekolah swasta-elit tidak bernasib serupa. Hal ini yang menyebabkan juga cita-cita luhur menjadi guru tak banyak diminati generasi muda dinegeri kita ini.
Dari pada menjadi pendidik lebih diminati menjadi dokter, insinyur, polisi bahkan, coba saja kita tanya anak-anak kecil tentang cita-citanya. Jika orang pintar sudah tak mau menularkan ilmunya mau dibawa kemana dunia pendidikan dan generasi yang akan datang kita nantinya

Rupanya tanggal 25 November nanti merupakan hari Guru Nasional, jadi tepat sudah kalau aku menulis tentang Pahlawan tanpa tanda jasa ini. Sekaliber Bu Muslimah yang jam terbang mengajarnya tak cukup bila dihitung dengan jari kurasa takkan sempat berpikir tentang tanda jasa. Begitu benih-benih ilmu yang dikeluarkan seketika itu juga dilupakan untuk mendapat balasannya. Saking sukarelanya. Jerih payah mereka tak tergantikan. Kenapa ketidakberuntungan ini masih menimpa guru kita dan masih juga kita belum punya jawabannya. Walau sementara Negara kita masih diharapkan untuk meletakkan angka 20 persen untuk anggaran pendidikan dalam APBN. Dan hal ini terus didengungkan para pejuang hak-hak guru untuk bisa terealisasi pada awal tahun 2008, sebelum 2009 yang diprediksi bersama takutnya tidak akan bisa diperjuangkan karena di tahun 2009 pikiran pemerintah dan DPR akan tercurah kepada apakah saya bisa terpilih lagi.

Sekarang sudah sekian lama masa sekolahku itu berlalu, sedikit banyak peran sang guru dilupakan, tapi satu hal ku pikir kita bisa menjadi seperti ini karena ada peran guru disana.

qw.jpg

Andai saja aku boleh melamunkan, semoga diprioritaskan perhatian terhadap kesejahteraan guru, mengingat aku pernah bersekolah dan merasakan masa-masa indah sekolah hendaknya sekolah bisa dirubah menjadi tempat yang menyenangkan, kalau melihat dan mendengar generasi muda yang dididik dan bersekolah sekarang sering bolos maka membuat sekolah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan selalu dinantikan dan hal ini juga harus menjadi prioritas. Biar sekolah tetap dikunjungi. Satu hal juga selama ini sekolah dianggap sebagai satu hal yang diharuskan bukan suatu hal yang semestinya.
Selanjutnya andai-andaiku boleh dilanjutkan dengan pemerintah yang dengan serius mengalokasikan dana pendidikan dengan benar. Dan untuk menunjukan bahwa pemerintah mau serius dan jujur terhadap masalah ini sudah sepantasnya penghargaan terhadap guru diberikan dan selalu merupakan agenda utama disetiap tahunnya.

Tapi kawan sayangnya… aku masih berandai-andai tuh… entah sampai kapan, lantas mau dibawa kemana dunia pendidikan kita dimasa datang ditengah persaingan antar Negara yang semakin kompetitif.


Responses

  1. AKu jak SD Teladan cek duluk e


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: