Oleh: adek | November 13, 2007

jalan Raya POS

bataille_de_bergen.jpgHari ini baca buku sejarah tentang jalan sepanjang utara di pulau Jawa, ada yang menarik disetiap tahunnya, menjelang Lebaran kita selalu mendengar istilah Jalur Pantura, di TV, berita koran selalu dipenuhi fenomena pulang kampung sepanjang jalur itu, Parade Kardus tepatnya. Yang pasti Jalur pantura memang fenomenal dan terkenal, bagaimana sejarahnya jalur ini aku mau temukan dibuku ini.

Ternyata tidak saja di masa kini yang selalu macet dan mengundang kejengkelan, proses pembangunannya di waktu lampau pun akan sangat mengenaskan jika kita menyimaknya. Dalam buku yang kubaca ini dituliskan bahwa Jalur Pantura tak lain adalah Jalan Raya Pos atau yang juga dikenal sebagai Jalan Raya Daendels. Jalan yang membentang 1000 kilometer sepanjang Utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Penarukan, itu dilebarkan sampai 7 meter dibawah perintah Maarschalk en Gouverneur Generall, Mr. Herman Willem Daendels yang merupakan perwakilan tertinggi kerajaan Belanda di Asia dibawah Lodewijk Napoleon (Raja Belanda dibawah Prancis). Kenapa pula dibawah Perancis ?

Rupanya Daendels merupakan prajurit yang tidak patuh terhadap negerinya Belanda, dia sendiri melakukan pemberontakan terhadap negerinya dengan bersekutu dengan Prancis.

Jalan Raya Pos ini Rampung dan dipergunakan tahun 1809 setelah dikerjakan selama 1 tahun, record terdasyat untuk jalan sepanjang 1000 km pada sepanjang zaman dengan korban yang begitu banyak.

gevangename_russische_bevelhebber_herman_op_19_september_bij_bergen.jpgKisah pembangunannya, adalah kisah miris-pilu yang berkepanjangan dari bangsa pribumi. Di berbagai ruas pembangunan jalan, selalu ada korban dari rakyat jelata baik itu dari pekerjapaksa maupun tanam paksa selama pembangunan jalan. Korban-korban ini tak pernah secara spesifik terungkap dalam lembaran sejarah bangsa kita, justru yang lebih populer adalah Daendels nya. Pantas saja kita dapati banyak kuburan sepanjang jalur ini, yang merupakan kuburan puluhan ribu pekerja paksa yang mati karena kelaparan, keletihan bahkan kesakitan dan banyak diantaranya karena malaria.

Dari dulu kita menderita terus ya teman…..
Simak saja kisah pembangunan jalan ini ketika mencapai Sumedang. Dalam pembangunan di daerah ini, tak kurang dari 5000 orang menjadi korban, luar biasa. Angka ini bukan sesuatu yang pasti, namun jika mengingat banyaknya areal yang sulit dengan banyaknya cadas (jurang) di daerah ini, taksiran itu boleh dipertimbangkan sebagai kebenaran.

Lain lagi kisah di Pekalongan. Di daerah ini, jalan Raya Pos menerobos hutan belantara yang tidak sehat, dan pihak Inggris (entah siapa), memberitakan tak kurang dari 4000 orang pekerja paksa tewas (hal.84).

Buku ini adalah buku saksi atas peristiwa pembantaian manusia-manusia pribumi dibalik pembangunan jalan Raya Pos tersebut. Dalam buku ini tidak melulu dikisahkan semata-mata tentang jalan Raya Pos. Lebih dari itu juga dikisahkan tentang bagaimana kerja paksa meruntuhkan sendi-sendi moral masyarakat pribumi ketika itu. Belanda yang keteteran usai perang Diponegoro tahun 1825-1830, mengalami kebangkrutan dan Gubernur Jendral Van den Bosch memberlakukan tanam paksa dipelbagai perkebunan dan pembangunan jalan kereta api.

Dan jalan raya ini juga sebagai support untuk kelancaran jalur-jalur ekonomi dan support kebutuhan militer yang dibangun Belanda di tanah Hindia.

Judul : Jalan Raya POs, Jalan Daendels
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara, 2005
Jumlah halaman : 145+2 daftar penghargaan


Responses

  1. Daendels, semoga pria ini kekal di neraka! Para pekerja rodi banyak yang terbunuh karena sakit atau kelaparan. Banyak anak yang berubah status jadi yatim. Nenek saya yang lahir tahun 1927, sering sekali menceritakan peristiwa ini, meskipun beliau saat belum lahir juga…kekejaman Daendel abadi diperpengarkan dari mulut ke mulut. Sekarang dia sudah dimakan cacing.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: