Oleh: adek | November 1, 2007

mimpi apa SEMALAM

dream.jpgPagi ini aku mulai gelisah, didalam mobil yang membawaku ke UKI, sejak aku menyadari bahwa dompetku tak bisa kutemui didalam tas, aku mulai bersikap enggak karuan. Semua laci yang ada ku kubuka dan kucari dengan teliti dan penuh harap, siapa tau ada selipan yang tersisa atau apa saja yang bisa dilakukan sebagai alat pembayaran yang sah di negera ini.

Tiba-tiba aku menginginkan mobil yang membawaku untuk bergerak dengan pelan sampai kutemukan uang untuk membayar. Tapi tak kuasa setengah menantang takdir diomelin supir.  Ya sudahlah pikirku karena kegelisahan ku kepalang mengganggu penumpang kiri dan kanan. Aku terus saja mencari dan berdoa, terbayang malu jika turun tidak membayar dan harus memberikan argumen yang tepat, muka yang pas, supaya yang Mulia Supir bisa menerima aku sebagai penumpang gratisnya hari ini.. Jauh dari itu aku memikirkan bagaimana membuat awalan hari menjadi lebih cerah.

Pikirku ke malam tadi ….
Mimpi apa hari ini …, semalaman aku enggak tidur setelah, Ngelawat tetangga sebelah rumah yang meninggal karena gula dan aku sudah tidak bernapsu makan dan segera mendapati ruang-ruang dalam kamar rumahku berair semata kaki, kucoba mencari penyebab banjir ini dan kutemukan ternyata saluran air ditutup istriku untuk mencegah tikus tidak keluar dari lubang pembuangan air dan mengacak-acak sampah. Walhasil ketika hujan deras turun air masuk dengan sukses masuk keruang tamu dan kamar tidur.

Makin lemes aku membuka kamar dan kudapati CPU komputer yang ngeletak dilantai jadi korban pertama, akhirnya kunaikan dan air mengucur deras dari lubang-lubang kecil pada CPU. Hatiku berteriak seketika, mateeeee !
Kutelpon Istri yang masih dijalan menanyakan dimana hairdryer, dan dijawab masih dimobil katanya. Aku meraih tissu dan ku lap satu persatu part yang ada didalamnya. Berharap keras supaya data yang ada masih bias diselamatkan. “Ah besok saja baru kucoba nyalakan, takutnya meleduk sekarang karena belum pasti kering benar”.

Malam tadi juga pekerjaannya berlanjut ke menguras genangan air serta mengepel hingga bersih hingga jam 12 malam, membuatku akhirnya cape .. dan bangun tidur telat.

Saat bangun dan tersadarkan jam kerja mulai mendekat aku buru buru aku mandi dan dompet masih tergeletak di atas meja tengah, andai saja dompet bisa berteriak mungkin dia akan berseru… “Boss, emang jalanan punya negara, kagak pakai bayar !!!”

Aku tersentak karena jariku menyentuh kertas, tapi masih ragu apakah itu catatan kecil atau asli uang, aku sedikit berdoa, Catthaaa ternyata benar uang, aku diuntungkan dengan lipatan uang 20-ribuan yang sudah tercuci dan tersetrika sekian lama terpendam dalam kantong kecil diatas kantong besar celana jeans depan.

Aku menarik napas lega… tak jadi mengamen kali ini ha ha …., tapi tunggu dulu setelah turun pak supir jelas langsung marah-marah saat ku sodorkan uang 20 puluhan itu, ” Eh Mas, kalo pagi-pagi genee pakai uang pas donk, situ sengaja ya biar enggak ada kembaliannya, udah tau sewa pagi, Gw apalin muka lo ya besok dobel.”

Beeeeteeeeeeee banget kan aku jadinya.


Responses

  1. hahaaa…sekale kale ngamen ga ape-2 kan boss…nti kalo yang mulia supir dah hapal muke kan enak..jd member

  2. hehehe.. ternyata keberuntungan sama sekali gak membantu ya dek.. tetep aja kena omel.

  3. hari yang baik harus diawali dengan pagi yang baik… nah hari itu sial deh ampe siang-siangnya..

  4. Besok-besok kalo lupa gak bawa dompet lagi, bilang aja ANGGOTA…….#$&^&$^%$@##&


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: