Oleh: adek | Agustus 11, 2007

Pak Rusdi 1976 – 2007 = 31 tahun

“ Pak, Saya ngak nyangka acara pelepasan pensiun saya mungkin paling meriah dan perhatian ke saya begitu banyak ! “ kata Pak Rusdi.

Bapak memang pantas kok mendapatkannya ! “ jawabku tegas.

Tanggal 10 Agustus 2007 bertepatan dengan hari lahir dan diusia yang ke 55 tahun, merupakan hari terakhir buat  Pak Rusdi (Slitter Specialist), yang sudah mengabdikan diri diperusahaan packaging ini selama 31 tahun dari masa Putra Pabrik Plastik, Pabrik Plastik Indonesia, Pabrik Plastik Sempoerna Indonesia dan sampai balik lagi ke Pabrik Plastik Indonesia mulai dari seksi Laminated-Extrusion, PPIC, dan Slitter.  

Pagi itu untuknya aku dan Anwar berkeliling mengedarkan tandatangan dan comment di Poster A3 yang bergambar Pak Rusdi dengan aktitasnya dipekerjaan, kepada Manager, Director dan Kepala Bagian yang sempat ditemui dengan antusiasnya memberikan kata-kata terakhir pada lembar poster A3 tersebut. 

 kenang2an-rusdi.jpg

Sacho menuliskan didalam poster itu … Selama ini kita bersama membangun senjata baru dari mulai gedung, mesin dan semua aktivitas didalamnya, terimakasih untuk pastisipasi bersama untuk membekali masa depan Toppan.  Luar biasa arti hadirnya Pak Rusdi mata Sacho, diakhir kalimat digambarkan kartun muka Sacho yang sedang melambai ke Pak Rusdi. Untuk ukuran poster A3 yang dibuat oleh Anwar sudah penuh dengan comment, sehingga Factory Manager  sampai menuliskan kalimat ditengah gambar dan tepat pada gambar mesin Kataoka.

Sore pukul 16.00 WIB didepan reception kami berkumpul lebih dari 50 orang dari staff, operator, leader, shift leader, asistant kepala bagian, kepala bagian, asistant manager, manager, director tumpuk dalam satu moment pelepasan itu. Untuk terakhir di Pabrik Plastik Pak Rusdi berbicara didepan semua, dengan suara agak berat dia berusaha menahan air mata haru tapi sekali lagi terlihat emosinya sangat stabil.

“ …. Banyak suka dan dukanya bekerjasama dengan anda semua, tapi paling penting lebih banyak sukanya … mohon maaf jika ada kesalahan, jikapun ada selisih paham pastinya itu dalam urusan pekerjaan, untuk itu  secara pribadi sekali lagi saya mohon maaf… “, katanya.  Factory Manager yang tadi sederetan dan bersebelahan Pak Rusdi mundur selangkah kebelakang karena menahan air mata haru. 

Bagiku untuk beberapa urusan pekerjaan Pak Rusdi sering “menyebalkan” karena sering selisih paham, tapi kali ini berbeda sekali. Walau demikian dari mulai persiapan poster sampai pada acara pelepasan didepan reception ini semua kuhadiahkan untuknya, karena tidak ada yang bisa kuberikan buat seorang guru dari sisi kehidupanku. 

Banyak bekerja, sedikit berbicara karena Alasan Memperjelas Kesalahan, itulah sebagian kata-kata yang masih tersimpan baik di benak ini.17.00 WIB kami mengantar sampai dirumahnya yang sederhana dibilangan kelurahan Cililitan. Lewat ibunya (81 tahun) yang hadir bersama kami yang masih menginginkan Pak Rusdi atau Irus masih bisa bekerja di dipabrik plastik ini dan  disitu barulah juga aku mengetahui bahwa Bapak ini merupakan anak tunggal. 

Untuk terakhir kali aku dipeluknya sehingga ingin menetes air mata ini, Anwar, Jerry, Pak Sukasdi dan Wiwit sudah tidak bisa menahan air mata haru.  Semoga kehilangan “orang yang menyebalkan”, teman didalam pekerjaan sekaligus seorang guru didalam kehidupan tidak berkelanjutan karena silaturahmi masih bisa lanjut diurusan yang lain.

Titip anak-anak Slitter Pak Adek, jangan lupa kerja samanya dengan Pak guntur.” Begitu katanya terakhir kepadaku yang kebagian mengurusi seksinya ini.

“Semoga Bapak sehat-sehat saja, dipanjangkan umur dan dimurahkan rezekinya oleh Tuhan …. amien”, kataku sambil melepaskan pelukannya. 


Responses

  1. Hai Pak Ade, Gimana khabarnya ?

  2. Ini orang Karawang, Boleh Ikut main enggak, Pak? (dari Deden-Bag Making-X – RAY).

  3. Ini aku demen … anak buah yang melek informasi.. terus belajar ya, Den…

    Tapi Bingung nih ama pertanyaanmu boleh main ngak …?

    Aku kurang mengerti ha .. ha …

  4. bravo pak sya baru 9 th kerja…

    • kerja dimana dion..?

  5. di salah satu pabrik printing di sby, mesin sy msih konvensional pak jg punya dry laminasi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: