Oleh: adek | Juli 13, 2007

Ruddy Temanku …

Beberapa hari ini aku tidak menemukan seorang teman yang selalu hadir lebih cepat dari jam datangku ke Mesin Stand Up NO 13 di seksi Bag Making tempatku bekerja.  

Biasanya dia sudah berada dimesin duluan, sekedar mengontrol maupun hanya say hello ke operator mesin. Masuk akal memang kenapa dia bisa datang lebih cepat karena kost-annya berada persis dibelakang pabrik kami. 

Semenjak hadirnya mesin pembuat sexy pouch ini, aku jadi lebih sering bekerja satu team bersamanya lagi.  Mesin yang dinamai ESS 13 ini konon paling canggih di dunia –emboss, laser dan thompson disatu mesin ditambah unit accumulator untuk main web dan accumulator di bottom unit sehingga proses ganti roll kondisi mesin tidak berhenti dan loss sewaktu menyambung roll tersebut bisa ditekan sedikit mungkin (konon baru ada 1 unit ini didunia-menurut info dari machine makernya). 

Banyak kisah dibalik pengadaan mesin ini, terutama setelah kedatangan dari kunjunganku terhadap plant Pabrik Plastik di Jepang, dalam laporan ke Sacho kutulis perpaduan bagian-bagian mesin tercanggih yang kulihat didalam mesin yang berbeda disana kedalam image satu mesin saja.  Lalu ditambah kedekatanku dengan Chief Project Manager (-yang merupakan salah satu anak pemegang saham-) yang bertugas untuk kegiatan pengadaan mesin diseluruh group Pabrik Plastik, sehingga apa yang diminta keluar dari mulut ini tentang bayangan mesin di impikan bisa terwujud sudah.  

Hal ini tentunya membuat cemburu beberapa pabrik plastik yang ada di Jepang dengan membuat pertanyaan Kenapa Pabrik Plastik Indonesia yang diberikan mesin secanggih ini. 

Adalagi yang mengejutkan mereka, dalam waktu satu minggu kami sudah bisa mengendarainya walau belum lancar betul, dibanding kan waktu teknologi yang ada didalam mesin ini untuk pertama diterapkan di Pabrik Plastik di Jepang, mereka butuh 2 minggu untuk belajar unit thompsonnya saja.  

Dan itulah yang membuat kami sebagai bangsa Indonesia merasa lebih unggul. Padahal sistem pengoperasian dan komputerisasinya jauh berbeda dengan mesin yang sudah ada sebelumnya ditempat kami.  Pada hari ke 10 kami sudah mass production.  Tentu saja  hal ini tak lepas dari leader project test waktu itu, yaitu Ruddy si teman ku yang beberapa hari ini tak kutemukan tersebut.  

Ruddy adalah teman satu angkatan waktu masuk perusahaan ini tahun 2002, bersama Andor, Mc Donald, Didi dan Tasori.  Semenjak pula dia incarge untuk produk bag ekport yang diproses mesin tersebut, kembali aku mengenal dia ini.

Teman angkatan kami ini ada yang sudah di wisuda-resign duluan yaitu Bambang dan Imam.

Lalu aku coba mengirim sort massage  ke hpnya lama ku tunggu dan setelah 10 menitan dijawab dengan ….“Maaf, jadi tidak bisa bantu teman-teman….”, pertama aku bingung dengan jawabannya ini.  Lalu dikesempatan meeting Hold Handling, saya bertemu Tasori yang berada satu departement dengannya.

Hampir tidak percaya ketika Tasori menyampaikan berita  bahwa Ruddy sudah seminggu tidak masuk karena mengalami kejang pada urat dikepalanya.  Sejauh ini aku jadi tertarik untuk tau lebih dalam, lalu aku menelpon teman lamaku di GA sekedar mendapatkan informasi masalah jam kerja tambahan yang dilakoninya selama mengawal order-order ekport dalam 3 bulan terakhir ini, sungguh mengejutkan energi Ruddy yang tercatat didalam record overtimenya GA,  Departement Technical tempatnya bekerja termasuk dalam departemen yang memang dalam katagori seksi/departemen dengan overtime murni rata-rata diatas 70 jam per orang per bulan.

Saya menuliskan dari balik telpon sementara lawan bicaraku ditelpon membacakannya. Dalam tiga bulan terakhir dari 5 personil terbesar overtimenya di Departemen Technical.   Pada bulan Juni 2007, jam murni overtime untuk Sugiarto 207,5 jam Ruddy 173 jam , Maman 159,5 jam, Irwan 157,5 jam dan Arle 136 jamPada bulan May 2007, Sugiarto 151,5 jam, Heri Indrawan 134 jam, Irwan 133,5 jam, Ruddy 122,5 jam , Maman 122,5 jam  Pada bulan April 2007 : Maman 184 jam, Heri 177 jam, Ismail 155 jam, Herlambang 144 jam,  Tasori 137,5 Ruddy 129,5 jam.2 orang yang digaris bawahi adalah personil yang sekarang incharge langsung di mesin-mesin pembuat kantong plastik.  

Selanjutnya aku menuliskan surat elektronik kepada beberapa teman dan termasuk juga managernya si Ruddy yang merupakan teman baikku juga.  Rada takut juga menuliskan bahwa ada korelasi sakitnya si Ruddy dengan tingginya jam kerja tambahannya, tapi aku pikir ini juga tidak benar memendam sendiri tanpa dishare kepada semua teman yang aku kirimkan imel kepadanya.  Mungkin nanti bisa didapat solusinya dan disampaikan kepada HR-GA Manager pikirku.  

Apa perduli ku sebenarnya, dikantin dibahas termasuk suasana kerja yang tidak kondusif karena pembagian job desc yang kurang baik dan banyak lagi dugaan dari mulut-mulut yang ikut membahasnya. 

Ruddy termasuk sparing yang cukup tangguh selama dilapangan dan ide -ide demi menghasilkan parameter proses beberapa produk ekport, aku hanya tidak ingin kejadian yang macam-macam terjadi setelah kasus kecapean akhirnya nabrak dan tambahan jam kerja memperparah penyakit yang sudah ada.Sudah 2 orang meninggal dunia dari departemen ini.  Walaupun sekali lagi belum ada fakta yang menyatakan korelasi ini.  

Sederhana saja pikiran ku terhadap perihal Ruddy sakit ini, untukku  jam kerja rata-rata setiap harinya adalah jam 7 pagi ke 7 malam, ada tambahan 3 jam perhari dikali 21 hari kerja = 63 jam saja, rasanya waktu istirahat di hari Sabtu dan Minggu badan pegel-pegel dan belum hilang dihari Senin dimana mulainya hari kerja, badan mau rinsek rasanya, Bisa kita bayangkan yang dialami Ruddy dengan jam kerja tambahan ini mencari pacar saja mungkin sudah tidak sempat karena Sabtu-Minggu tidur dipabrik.   

Mungkin disatu sisi mereka dapat ganjaran upah yang setimpal tetapi, rasanya kurang seteralah dengan harga kesehatan  yang “dikorbankan”, salah satu cara yang sederhana pemecahannya adalah menambah personil disana, What do you think bro?  ****


Responses

  1. Tiba-tiba semalam aku dapat sms dari Ruddy, teman yang aku ceritakan dalam tulisan ini…

    Adek-san, maaf ganggu. Aku jadi tidak enak hati baca blogmu. Lemburanku kau analisa, merepotkan saja.

    Singkat cerita rupanya dia udah berkunjung keblogku ha ha…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: