Oleh: adek | Juli 12, 2007

Belajar dari Seorang Jepang …

If you want to see the real leader ??

Don’t see his Brain !! see his heart !! 

Kalimat ini ku dapatkan di sebuah tread tentang Kata Bijak Hari Ini yang ditulis teman-teman di www.kask.us , sebuah komunitas maya Indonesia terbesar didunia.  Sangat dalam sekali artinya. Begitu bijaknya ku rasa bila kita meyelami maknanya.  Sementara itu dilain hal sebenarnya aku juga sudah lama ingin menuliskan tentang Presiden Director atau Sacho ditempatku bekerja. 

Selama ini aku termasuk yang diam-diam mengidolakan dia, betapa tidak, saya mengalami periode yang kurang baik sebelum sang sacho ini datang, periode sebelum itu kita sebut saja dengan periode pekerjaan dengan tingkat stressing tinggi, penuh marah-marah, setiap hari terlontar kata-kata … coba pikir ya..! Tak terbayangkan jika anda belum pernah mengalami iklim kerja diperusahaan Matahari Terbit ini dengan jam kerja yang panjang, setiap harinya begitu membosankan, dikantin kami membicarakan kekonyolan yang didapat dari pagi sampai menjelang makan siang, dan setiap kali mengulangi kata-kata yang selalu diucapkan oleh bos kami, seperti kembali ditahun 1942-1945. Tidak ada perkembangan yang cukup baik.   Hal ini memperburuk quality ratenya dari proses produksi kami. 

blajar-dari-jepang.jpg

Rupanya keadaan ini juga disadari oleh head quarter di Akhiabara sana. Bahwa tidak bisa berlama-lama dalam keadaan yang kurang menyenangkan ini, takut potensi yang ada mati sia-sia. Bersamaan dengan jatuh tempo kontrak mereka untuk Indonesia,  Generasi yang diimpikanpun datang, muda-muda dan energik, waktu pertama kita bersua terasa mimpi buruk sekian lama masih melintas di kepala kami kembali.  Muda dan energik bisa jadi emosinya lebih meluap dan mudah terbakar, matilah kita lepas mulut singa masuk mulut buaya. Ternyata dugaan kami salah,  don’t judge the book from the cover, eng ing enggggg …. era kebangkitan telah datang.  

Salah satunya masuk Sacho yang akan aku ceritakan ini, setelah mengalami banyak interaksi dibeberapa tahun kemudian baru kutahu bahwa sacho kami ini termasuk dalam 3 orang besar di bidang packaging dari sekitar 150 perusahaan dibawah bendera Pabrik Plastik Co, Ltd  dan, dalam kelas seperti ini sebenarnya dia setidaknya berada di head quarter bukan dipabrik-pabrik, tapi jiwa tecnicalnya membawanya tetap berada di tengah industri yang nyata, membangun dan mendidik. Seperti guru layaknya.

Sebutan guru ini juga aku pernah dengar langsung dari mulut GA Managernya pabrik terbesar untuk group kami di Jepang “Apa Kabar KF ?” Setiap interaksi dengan Sacho ini,  aku belajar banyak dari cara dia berpikir, cara dia memandang sesuatu, dari cara dia mecahkan problem dan dari cara di menjelaskan sesuatu. 

Di setiap hari yang telah tetap ditentukan, disetiap minggunya, sebagai Sacho yang cukup banyak aktivitasnya masih menyempati untuk berkeliling pabrik dari pukul 8.30 WIB sampai 11.00 WIB.  Para kepala bagian mengiringinya, aku berani katakan ini bukan seperti rombongan orang pemerintahan pusat yang dinas kedaerah atau rombongan besan yang hendak melamar-perjalanan kami ke wilayah-wilayah kerja ini selain berinteraksi dengan para pekerja dilevel bawah tapi juga bertujuan untuk memperbaiki ketidak sesuaian yang ditemui. 

Setiap minggunya perbaikan disetiap tempat selalu ditanyakan kembali, anehnya dia selalu ingat padahal umurnya lebih dari setengah abad.  Dari tempat satu-ke tempat  lain dia menjelaskan kenapa harus diperbaiki, secara filosofi dan mudah dimengerti. Misal ketika melihat tempelan pengumuman ajakan bermain bola di dinding pabrik kami.  Dijelaskan olehnya dengan cara mengajak kami ikut membersihkan bekas tape tempelannya, ternyata susah dibersihkan, dinding menjadi kotor, perlu dicat ulang- sehingga perlu banyak energi yang tersita hanya untuk pekerjaan sederhana menempel pengumuman bola dan sebenarnya penggunaan tape bisa difokuskan ke hal-hal yang produktif lagi pula penguman bola sebaiknya ditempel saja di papan pengumuman yang ada dikantin atau pos jaga sekurity di pintu utama yang notabene memang letaknya papan pengumuman. 

Sampai pada kecepatan bergerak, berjalan serta bekerjanya operator, semula aku pikir ini ide gila dan kami akan jadi robot semua ternyata dibalik itu saya mengambil pelajaran yang berharga, aku berpikir kita akan dibikin robot semua disisi karena serba diatur seperti ini. Untuk dokumentasi yang harus ditemukan dalam 20 detik ini membuat kami menemukan ide brilian menemukan cara penyusunan file yang beragam disetiap wilayah kerja dengan hasil yang sama, yaitu dokumen bisa ditemukan dibawah waktu 20 detik, semua file disusun rapih didalam odner-odner berdasarkan nama order atau custumer misalnya, yang penting supaya mudah dikenali dan mudah ditemukan.  

Disini aku mengenal ilmu kearsipan sederhana walau aku berasal dari bidang tehnik waktu sekolah dulu. Untuk pengaturan pergerakan setting mesin sangat berguna untuk menghindari gerakan atau pekerjaan dua kali dan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan setting mesin sehingga waktu persiapan sebuah order menjadi jauh lebih singkat serta produktivitas dari pengunaan jam kerja yang sama bisa bertambah. 

Tak terbanyang waktu sebelum diaturnya pekerjaan setting persiapan order ini, operator kami maju-mundur, tumpang-tindih dalam persiapan karena belum bisa bekerja terstruktur.Sebenarnya inti dari pekerjaan ini adalah mengajak kami berpikir terstruktur.  Disetiap kunjungan ke departemen yang ditemuinya terdapat perubahan walau hanya sedikit saja dia selalu mengucapkan terimakasih atas perubahan itu dan minta difoto bersama operator yang melakukan perubahan tersebut, terhadap yang tidak berubahpun dia melakukan hal yang sama dan tak lupa menayakan kenapa tidak dilakukan perubahan. Jika dirasanya penjelasannya minggu lalu tidak bisa dimengerti oleh kita dengan senang hati dia menjelaskan kembali dengan lemah lembut, diposisinya seperti itu bisa saja dia marah besar karena titahnya tidak dilaksanakan, tapi kita tak pernah menemukan hal ini. 

Dan kenyamanan ini lah yang akhirnya menjadi kunci keberhasilannya menghair kami, dari mulutnya tidak berhenti mengucapkan terimakasih telah mau berubah dimana setiap ide dihargai dengan baik dan yang tertinggalpun juga diberi semangat dengan harus menerima sapu warna merah disetiap bulan yang selalu diumumkan lewat afternoon briefing ditanggal 1 setiap bulannya.  Didalam teori moderen perusahan Jepang yang sekarang mulai dianut oleh sebagian besar perusahaan yang berasal dari negeri Matahari Terbit ini adalah teori Jawa Wong kek Uwong, memanusiakan manusia dan Kaizen yaitu melakukan perbaikan berkelanjutan.  Dan inilah yang mungkin hendak dijalankan oleh Sacho kami ini.

Setiap perbaikan berkelanjutan didokumentasikan lewat foto yang diambil setiap minggunya, foto-foto perbaikan ini bisa diakses di sebuat drive dalam jaringan komputer kami.  Tidak ada yang langsung menjadi terbaik dalam waktu satu malam, semua perbaikan butuh proses, supaya tidak terkejut harus dilakukan perlahan berjalan dan jangan berlari. Hal ini juga berimpak langsung masuk kedalam hati para pekerja, beberapa pekerjaan yang datang bersamaan sekali waktu harus diselesaikan berdasarkan prioritas, tidak ada yang diminta dua-duanya harus selesai sekaligus.   

Setiap perubahan disuatu tempat boleh ditiru dan dikembangkan oleh tempat yang lain, just copy. Dia juga menanamkan hal yang lain yaitu kita disini bukan untuk bersaing, kita disini untuk saling melengkapi- (Bill Mc Cartney), semua tumbuh bersama.  Tak ada yang menyangka bahwa didalam groups perusahaan kami ini, icon perusahaan juga jatuh ketangan kami.  Dalam tempo setengah tahun lebih dari 50 dari 150-an pimpinan perusahaan satu groups diharuskan melihat dan dipaksa belajar ditempat kami, kami terbiasa dengan tamu-tamu yang datang, tidak perlu deg-degan dan persiapan tinggi meyambut tamu-tamu ini. 

Kadang kami terpaksa “membuat malu” tamu kami dengan memperlihatkan keadaan yang lebih baik ini, misal untuk perkara mesin lifting dimana semua mesin yang memungkinkan dinaikan 15 cm dari lantai, dengan syarat mesin tersebut getarannya  kecil, dengan mesin diangkat sangat memudahkan untuk dibersihkan, juga memudahkan kontrol terhadap olie yang bocor, dan kenapa 15 cm ?  Sebenarnya angka ini didapat dari tinggi rata-rata kepala sapu di Indonesia, dalam proses pembersihanpun bisa di lakukan lebih cepat.  Semua dimensi harus ada alasannya.  Sebenarnya dibeberapa pabrik se-group-pun hal ini sudah dilakukan tapi tanpa alasan yang cukup berarti, sehingga ketika melihat treatment yang sama ini tamu tersebut seperti ditempeleng keras.

Pagi ini didepan 20an peserta keliling, Sacho kembali menegaskan pentingnya melakukan sesuatu dengan selalu menyebutkan alasan kenapa itu harus dilakukan, dinegara asalnya ada  sekian banyak orang profesional sehingga untuk berbicara kenapa sesuatu hal perlu dilakukan sangatlah susah, akhirnya bisa dibayangkan untuk memperoleh pengetahuan yang setara sangatlah susah, dianggapnya orang bisa tau sendiri nantinya.  Hal ini dirasa perlu supaya kesalahan masa lalu bisa dibuang dan tidak diulang kembali dimasa yang akan datang. Ilustrsai singkat yang disampaikannya adalah ketika melihat ada ketidak sesuaian kadang seorang leader serta merta memperbaikinya lalu haruslah dibicarakan dengan operator yang mengerjakan kenapa ini tidak boleh terjadi, kenapa dilakukan adjutment ke kiri bukan kekanan, kenapa ketidaksesuaian kalau tidak tertangkap bisa terkirim ke customer dan kenapa produk kita butuh diperlakukan seperti ini.  Semua ini mesti dijelaskan dengan baik untuk menghindari masalah yang sama terulang kembali.

Aku merasa banyak yang bisa kita kembangkan ketika berinteraksi dengannya, dia mengajarkan kita cara berpikir terstruktur, berpola, tinggal kita melanjutkannya, apalagi dia dianggap aneh oleh orang Jepang lain karena mau berbahasa Inggris ditengah jiwa nasionalisme mereka yang cukup tinggi …

*To Mr. Kauro Fukhusima just remember Bego tambah bodoh sama dengan gila….. 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: