Oleh: adek | Juni 17, 2007

Catatan Kaki tentang Kenapa PT. AMA

Tidak seorang pun yang menuliskan hubungan sebab akibat antara kelapa sawit dan aik arongan kero, untuk beberapa lama saya menunggu hal ini untuk berdiskusi ….

Akhir minggu lalu akhirnya saya menemukan benang merah yang menghubungan tanaman kelapa sawit dengan kerusakan ekosistem yang ada di Belitong, setelah saya berbicara dengan salah seorang teman tua di tempat saya bekerja, beliau lulusan pertanian UGM, dan pernah bekerja di Kanwil departemen pertanian Jateng. 

Dulu pikiran sempit pertamaku berpendapat dan menyimpulkan bahwa kelapa sawit menyerap banyak air hingga cadangan air dikampungku terhisap oleh ribuan pohon ini, terhadap opini ini saya ternyata tidak sepenuhnya benar, bukan salah kelapa sawit rupanya.

Saya jadi ingat, apapun yang diciptakan oleh Tuhan didunia ini pasti ada manfaatnya, selalu pasti ada alasannya tapi oleh tangan kitalah membuat apapun tersebut menjadi tak berguna dan tak beralasan.  Saya mendapat kan jawaban yang logic, yang sangat mudah dicerna orang awam seperti saya, teman tua saya itu sebelumnya bertanya tentang perbedaan antara kondisi sebelum dengan sesudah adanya perkebunan kelapa sawit, saya menggambarkan dengan kalimat pertanyaan juga … kenape sungai (aik arongan) menjadi keruh, sungai-sungai kecil kering seperti yang dikeluhkan oleh perengu kecil Restu.

Jawabannya dari masalah ini adalah karena bagian dari proses pembukaan lahan untuk perkebunan tersebut, bukan salah si kelapa sawitnya, apalagi yang dibabat untuk dijadikan perkebunan adalah dari hutan perawan, dan inilah yang akan membuat parah ekosistem yang ada di Belitong, sewaktu terjadi pembukaan lahan dari mulai masa tanam, sampai ke masa panen yang jaraknya tahunan si tanaman membutuhkan banyak air, sementara tabungan air tidak bertambah, karena penyimpan air yang ada biasa difungsikan oleh akar-akar dari pohon sudah tidak ada lagi, sementara tanaman kelapa sawit butuh banyak air, prosesnya hanya menguras tabungan air saja, paling sedikit saja yang diterima oleh air siraman dan hujan.

Karena itu aik arongan kero karena kehabisan air, karena air sudah mendekati batas lumpur sungai. Untuk hal ini seharusnya sebelum membangun suatu perkebunan harus disiasati dengan bendungan, karena guna bendungan untuk menyeimbangkan pasokan dan pemakaian air.

Untuk itulah seharusnya suatu perkebunan selayaknya dijalankan dengan jujur, arif dan bijaksana dengan analisa dampak lingkungan yang matang, sebagai contoh adanya hutan yang tetap dibiarkan sebagai penanggung resapan air, sebagai penyeimbang.

Lalu bagaimana dengan PT. Agro Makmur Abadi (AMA) yang terletak di Kecamatan Sijok, adakah semua ini disanggupinya, adakah suatu studi tentang layak tidaknya suatu perkebunan kelapa sawit dibangun disana dengan memperhitungan kondisi yang ada, hanya PT. AMA yang bisa menjawabnya, dari kronologis yang ditulis oleh Forum Komunikasi Masyarakat Kecamatan Sijok Bersatu, sampai pada tanaman kelapa sawit berbuah pun PT. AMA tidak punya AMDAL, bagaimana mungkin ini bisa terjadi.

Dengan kondisi izin lokasi dan HGU tidak perpanjangan sebaiknya PT AMA cepat berbenah diri kalau mau menjadi perkebunan yang baik, tentunya timbul pertanyaan besar yang menggema apakah sebenarnya yang terjadi dibalik tidak bisa dilengkapinya AMDAL oleh PT. AMA ini, kenapa begitu sulituntuk bisa di dapatkan.

Apakah hal ini menjadi tidak begitu penting dimata PT.AMA Dengan adanya kerap kali surat dari Kementerian Lingkuan Hidup yang tidak di tindak lanjuti dan diindahkan membuat PT AMA semakin lemah dan cacat dimata hukum ditambah juga tidak adanya izin-izin prinsip seperi izin lokasi, izin usaha perkebunan, HGU, AMDAL semakin memperpanjang dosa PT AMA kepada pemerintahtapi hal yang prinsip ini tidak ditindak membuat pertanyaan sesi lain menjadi seru.

Jika dijalankan dengan benar suatu perkebunan kelapa sawit akan banyak menyerap tenaga kerja sehingga lingkungan sekitar bisa lebih maju dari daerah lainnya, mengangkat perekonomian masyarakat Sijok, belum lagi industri pengolahan, penunjang seperti transportasi dan pelabuhan pastinya mebutuhkan banyak pekerja, memperbanyak lapangan pekerjaan yang bukan saja dari daerah Sijok saja, tapi apa yang terjadi pada PT AMA ini malah menuai protes dari masyarakat sekitar.

Bagaimana sebuah perkebunan bisa bertahan diantara kepungan kontra masyarakat sekitar, itulah Kehebatan PT. AMA ini karena alasan perusakan hutan akibat pembukaan lahan perkebunan yang diselenggarakan tanpa analisa dampak lingkungan yang baik maka apapun bentuk perkebunannya bukan hanya kelapa sawit, itu yang mesti dicermati karena akan membuat ekosistem yang ada dibelitong hancur, “Izin pengunaan” hutan untuk lahan yang jumlahnya belasan ribu hektar ini tentunya akan penuh dengan taruhan anak cucu kita tidak kan melihat yang namanya ikan ban.

Semoga Pemerintah daerah belitong bisa Lebih bijak terhadap masalah ini, tidak ada yang bisa dipertahankan dari PT. AMA ini, secara izin prinsip jugatidak punya, tinggal kesetiaan terhadap lingkungan yang mesti dilebihkan. Kami menunggu tindak lanjutmu terhadap pelanggaran lingkungan ini Wahai Pak Bupati Belitong Barat, dan kenapa Anda yang harus mengambil tindakan karena PT. AMA terletak dilokasi Belitong Barat dimana Anda adalah Bupatinya.

Yang terhormat sdr. Darmansyah mungkin anda pernah mendengar sabda Moli yang sangat terkenal ini “ … Ape keje ..! , kenapa kerja- kerja leadership mu sangatlemah?

SalamAdek Rawie

Yang dulunya sering berenang di kelekak datuk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: