Oleh: adek | Juni 16, 2007

Tembakan Peringatan sebanyak 4 kali oleh 6 Brimob berpakaian Preman

 On 6/12/07, ozzie azura zura wrote on belitungisland:

Tragedi Brutal Penembakan di Pasuruan merupakan ratapan kesedihan anak negeri akan ulah tidak bertanggung jawab oknum TNI-khususnya Marinir.
Di tengah gencarnya usaha TNI untuk menarik simpati Masyarakat terjadi peristiwa tersebut – apa lacur Peristiwa berdarah telah merobek dan menghianati sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Di Belitung kejadian Pasuruan suatu saat mungkin saja bisa terjadi –dan pada saat itulah kita semua yang berada di Perantauan dan di Belitung akan Aware – Indikasi Tragedy tersebut sudah di mulai beberapa waktu lalu:

Untuk Crosscheck atas peristiwa tersebut – Para Sahabat Miliser bisa bertanya langsung dengan witness yang bernama Bpk – SUMARTA dengan No. Hp. 081927671885. saya sendiri sudah memililki Transkrip Pembicaraanya.
Awal dari kasus ini – adalah explorasi Timah di kawasan PT. AMA – Brimob melarang mereka mengunakan alat berat di luar dari PT AMA.

Kronologis Singkat sebagai Berikut:

PT TIMAH-telah melakukan semacam surat izin kerja kepada Penduduk setempat untuk melakukan Explorasi Timah di KP PT TIMAH- ada semacam deal tertentu antara PT TIMAH dan PT AMA – dimana salah satu perjanjiannya adalah – para penduduk yang melakukan Explorasi Timah harus mengunakan alat berat PT AMA.

Akan tetapi – ternyata kenyataan di lapangan berbeda – PT AMA tidak menyediakan alat berat tersebut – dan penduduk atas dasar urusan Kampung tengah alias perut perlu makan Mereka pun ber-inisiatif membawa alat berat sendiri dan akhirnya terjadi peristiwa yang menakutkan dan membuat Trauma penduduk tersebut.

Kepada Bpk – Kapolres Belitung Barat -AKBP Eko Erpangi:

Kami para perantauan Belitung yang masih memiliki KTP Belitung dan sangat peduli dengan kampong kami di Belitung – mengajukan pertanyaan secara terbuka:

1. Apakah benar para Brimob yang berjumlah 6 orang mengeluarkan TEMBAKAN PERINGATAN sebanyak 4 kali kepada penduduk setempat.
 2.Apakah memang pada saat itu situasinya memang memerlukan adanya Peringatan berupa TEMBAKAN PERINGATAN?
3.Apakah pada saat itu memang secara spesifik Penduduk dalam Posisi mengancam BRIMOB dan lahan PT AMA?
4.Bisa di Jelaskan status BKO para BRIMOB yang memakai senjata organik dan berpakaian preman di lahan PT AMA – apakah memang secara exclusive kehadiran BRIMOB tersebut sangat di Perlukan?

Para Sahabat Miliser Belitung yang berjumlah 654 anggota – dan pembaca aktif/pasif di seluruh Dunia – anda semua sudah mengetahui bersama peristiwa “menakutkan ” di Kampung kita, mungkin hanya sebagian kecil yang mengetahui – dan kini sudah men GLOBAL ke seluruh dunia- Mudah-mudahan di baca juga teman-teman WANTED di MABES POLRI.

Pertanyaan ini kita buat kepada Bpk Kapolres Belitung Barat -AKBP Eko Erpangi – dengan harapan untuk mendapat fakta yang sebenarnya – kita semua berharap jangan sampai peristiwa hitam di Pasuruan akan “meng-HITAM’kan Korps Brimob hanya karena ulah segelintir Oknum Brimob yang tidak bertanggung jawab.
Karena sebagai warga Indonesia dan Dunia yang di lindungi Hukum kita harus tetap menjunjung tinggi Supremasi Hukum Indonesia.
Well, kita sama-sama menunggu jawaban Bpk Kapolres.

Salam
Regards
ozzie

Awaluddin wrote :

Perenggu semue,
Kekerasan aparat keamanan terhadap rakyat adalah hal sering terjadi di Indonesia. Itu adalah bentuk arogansi dari aparat keamanan yg karena merasa memegang senjata..sehingga mereka lupa bahwa senjata mereka, gaji mereka,
seragam mereka adalah berasal dari uang rakyat..uang pajak rakyat.

Kalau aparat menjadi backing pengusaha, ini sering terjadi di Indonesia. Lihat saja pabrik-pabrik, cafe-cafe, rumah bordil atau tempat hiburan malam baik kelas bawah sampai kelas atas banyak di jaga oleh aparat yg nota-bene
sdh menerima gaji dari pajak rakyat.

Terbunuhnya Direktur PT. ASABA, Budianto Anggoro..(kalau tdk salah) pada tahun 2003 oleh pembunuh bayaran yg disewa mantan menantunya, menunjukkan bagaimana pasukan elit di Indonesia (Marinir & Kopassus) telah bersedia
menjadi centengnya pengusaha cina. Ini benar-benar memilukan. Jadi jangan heran, kalau negara-negara lain memandang enteng & sebelah mata kepada aparat kita, karena banyaknya prilaku negatif. Jadi turunnya kewibawaan
aparat kita bukan hanya karena persenjataan yg kuno, tapi akibat prilaku buruk oknum aparat.

Tragedi Pasuruan baru-baru ini, makin menunjukkan betapa bringasnya aparat bertindak terhadap rakyat sendiri. Bagaimana mungkin Marinir yg termasuk pasukan terlatih untuk berperang tega menembaki rakyat desa yg tdk
bersenjata api. Padahal, kalau benar-benar jagoan..pergi sana ke Irak atau Afghanistan atau ke Lebanon agar mendapat lawan yang setimpal.

Bagaimana dg Brimob di lokasi PT. AMA…?
Hanya Kapolres Belitung yg relevan memberikan jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan sdr. Ozzie. Ini masalah sensitif, karena rasanya sangat tdk adil kalau Brimob yg digaji oleh uang rakyat ternyata membela pengusaha yang menyusahkan rakyat. Monggo Pak Kapolres..waktu dan tempat kami persilahkan…semoga anda tetap membela rakyat sebagaimana moto polisi sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat..bukan pelindung para Pengusaha.

Salam,
Awaluddin

saya pun ikut menimpali :

Perenggu,

Beberapa waktu lalu saya baca dikoran tentang kunjungan Mahfud MD mantan MenHan era Gusdur ke daerah Pasuruan tempat terjadinya penembakan masyarakat sipil oleh militer, ada ungkapan masyarakat sipil kepada pak mantan Menhan ini yang membuat aku tersenyum simpul ” Pak, Angkatan laut harusnya di Laut, kok Ngamuknya didarat !”, Sangat disayangkan kejadian seperti ini, apalagi dalam kontek di daerah yang man makmur dan reputasi similiter yang baik, Tapi akibat memegang senjata bawaan diri jadi berbeda seperti koboy yang setiap saat melontarkan peluru diera milinium ini.

Tak kalah canggihnya ditempat kita sipil pun bisa menjadi militer seperti Satpol PP contohnya, memang beda kalo udah pake seragam, maunya semena-mena, gawat…

makanya saya tidak suka SIPIL YANG MILITERIS dari pada MILITER YANG SIPILIS 

Dalam kasus yang dilontarkan sodara Ozzie tentang pelepasan 4 kali tembakan peringatan oleh 6 anggota polri yang non seragam ini sangat luar biasa menurut saya karena terjadi negeri yang aman dan tenteram, ingat cerita bariknye dikampong kite ada AMD masuk sebuah kampung di pelosok belitung, ada anggota ABRI yang memamerkan senjata laras panjangnya dengan menembak buah kelapa, lalu setelah tembakan berakhir buah kelapa jatuh dan saat itu juga ditegurlah sama dukun kampong, “bapak nak minum aik kelapa, gini carenya” (sambil tangan menunjuk buah kelapa dan langsung jatuh), kontan mibta maaf sang ABRI tadi ke Dukun kampong ini,

Dalam Kasus Buah Kelapa tadi, Saya menangkap masih ada rasa sungkan diera yang juga sudah mengenal senjata, tapi sekarang seperti sudah tidak. senjata berbicara ketika uang sudah diterima.

Baru baru ini Gubernur Jakarta Sutiyoso, diundang salah satu puhak dari Australia tiba-tiba diberitakan ditangkap disalah satu kamar hotel, dan terbukalah borok lama sang Gubernur ini selama aktif di MILITER, sang gubernur harus mempertanggung jawabkan penembakan terhadap waktawan asing di daerah TIMTIM, mate ko …

Ingat lah wahai yang Punya senjata, sedikit apapun pelanggaran terhadap kemanusiaan akan dicatat oleh SEJARAH, Duniapun sekarang lewat HAM tidak tinggal diam, seperti kasus Sutiyoso itu, kejadian kapanpun dan dimanapun selama pelaku masih hidup, dinegara yang menganut sistem ini (maaf saya lupa dari Ratifikasi HAM yang mana) penjahat kemanusiaan bisa saja diadili, tanpa ampun dan satu hal Pengadilan TUHAN tidak tidur Bung, maka berhati-hatilah,

Satu lagi peringatan buat yang menembak sembarangan ini, dalam hitungan persekian detik suatu berita sudah menyebar lewat dunia, dan dimanapun orang bisa membaca dipelosok manapun dari dunia ini, karena ini bagian dari tugas dan sistem kerja yang namanya internet , thank’s to YAHOO, lewat nya kami tahu keburukan yang harus dibenahi.  Sekali lagi kepada bapak Kapolres Belitung Barat, mohon untuk bisa menjaga citra baik jangan sampai kejadian seperti yang diluar daerah belitong, sebut saja pasuruan misalnya tidak tejadi kampong kami, Belitong, amien.

Saya menulis ini karena punya pengalaman mengerikan sewaktu para pasca sarjana kumpul di Salemba depan UI mengutuk penembakan terhadap mahasiswa di Semanggi, saya merasakan betul bagaimana rasanya ditodongkan senjata, diinjak sepatu tentara, dikejar PHH sampai tak sadar kencing dicelana, masuk dalam got, mengerikan sekali apalagi misal sampai maut menjemput dari senjata yang kami biayai dari pajak yang kami bayar, mengenaskan, tolong hati hati Bung Kapolres Belitung Barat

Salam

Adek


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: