Oleh: adek | April 28, 2005

TERLAMBAT 90 detik saja ..

Ada hal yang menurutku lumayan menarik dari cerita tabrakan KA di Jepang,
Senin 25 April 2005 lalu di jalur cepat Takarazuka di Amagasaki, Prefektur Hyogo menuju Osaka.
Pada saat tabrakan KA yang menewaskan 94 orang tersebut disebabkan karena keterlambatan 90 detik, dan yang menjadi catatan publik disana adalah kenapa sampai terlambat 90 detik …

Pada hari yang naas itu, dari Sta. Itami si masinis yang baru berusia 23 tahun tersebut (pengalaman kerja 11 bulan) sempat kebablasan sejauh 40 meter dari tempat standar pemberhentian di sebuah stasiun, lalu dengan terpaksa mundur lagi dan sempat kehilangan waktu 90detik.
Sehingga untuk mengambil waktu 90 detik yang tertinggal si masinis memacu kereta diluar standar speed yang ditetapkan, saat melewati tikungan pertama (Takami nama masinis tersebut) membuat poll gas menjadi 130 km/jam padahal standad tikungan adalah 70 km/jam dengan tujuan bisa mengejar 30 detik ketertinggalannya.
Berarti sisa 60 detik lagi dari waktu normal, tapi naas ditikungan tersebut kereta tak terkendali dan keluar rel dan menghantam garasi di lantai pertama sebuah gedung didalam kota.

Kejadian ini merupakan peristiwa terburuk dalam 40 tahun sejarah Perkeretaapian di Jepang, 2 orang petinggi JR West (Swasta), perusahaan yang mengelola KA ini dipastikan akan mengundurkan diri karena masalah ini.

Jenis kereta api tercepat di Jepang salah satunya Shinkansen dengan top speednya bisa 300 km/jam, waktu itu aku pernah naik hanya karena ingin mengejar waktu dari Tokyo ke Gunma via Kumagaya dan itu pun hampir menghabiskan Rp 450.000 kalo’ duit kita, perjalanan yang hanya ditempuh 45 menit, begitu cepatnya dan ketika melihat ke luar jendela tidak jelas kabur semua saking cepatnya. Aku hanya tau dari monitor-monitor yang tersedia didalam kalo aku akhirnya sudah sampai tujuan.

Dengan Speed sekian, Waktu itu aku merasa aman-aman saja karena moto mereka adalah Tidak pernah Telat dan Aman, tapi setelah peristiwa ini ………

Shinkansen yang dalam tahun 2004 lalu rata-rata terlambat 6 detik saja masih dipersoalkan publik jepang, bagaimana ditempat kita seperti lagu Iwan Fals… kereta telat itu biasa …. lalu point pertama tadi budaya malu, dan mengundurkan diri juga di kita tidak ada …. cuex bebek bae la…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: