Oleh: adek | Februari 23, 2003

Sebuah Perjalanan 1

meletek1.jpegTak banyak yang bisa ku ingat waktu masa kecilku, seperti kebanyakan anak laki-laki kampung yang dilahirkan di pulau yang bernama Belitong, aku punya keisenganan yang sama seperti anak-anak kampong yang lainnye, ngenjerat burong puyo misalnye atau meletik burong pentis.
tapi… yang pasti yang masih ku ingat, urang tueku tak banyak mencampuri urusan si anak, kami dibebas memilih contoh dan panutan, sehingga kami tak punya budaya diskusi dengan kedua orang tua (tidak seperti jaman sekarang, di film atau sinetron seperti yang kita lihat).

Bapak adalah mantan karyawan Timah, beliau bersama teman-temannya diajak mendirikan sebuah CV, tambang timah semprot ?.. tapi seiring dengan perkembangan waktu, ketika itu aku sudah kuliah semester III (1995) – usaha yang didirikan bersama temannya itu mulai seret, entah kenapa katanya peta tambang letak butiran timah yang begitu menjanjikan tersebut ternyata tak berbuah hasil dan uang pensiun yang dipertaruhkan pada usaha itupun mulai berambus…

Bapakku jadi sering sakit dan stressing menghadapi kenyataan, kata umak kadang bapak mencoba tegar tapi guncang juga kabar yang ku terima beliau sampai mempunyai seperti dokter pribadi karena keseringan sakit.
Betapa tidak sakit karena jutaan uang yang dipakai untuk usaha itu merupakan tabungan untuk sekolah anaknya, aku dan adikku terbayang putus pendidikan.

Entah karena hal tersebut atau tidak, akhirnya aku jadi sering tidur dikampus, (nginap di workshop kampus hemat duit dari pada pulang kerumah, toh besok pagi mesti kekampus lagi).. akhirnya gaul abis dengan para senior Nomaden lainnya ha..ha..

meletih.jpgTahun 1995 pertengahan aku mulai pers mahasiswa yang akhir membawaku kepengertian dalam tentang negara ini, lalu ikut gerakan mahasiswa kampus. Aku ingat demontrasi pertamaku adalah menuntut turunnya ketua yayasan korup YPTI (Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia = yang didirikan Habibie untuk mengelola dan mencarikan dana segar untuk kelangsungan pendidikan ITI ), Aku ingat betul waktu itu sekitar 80 orang dan hampir di skorsing semua.. diantaranya aku ..angkatan paling muda waktu itu).

Sejak itu aku lebih berani.. aku mengenal apa yang disebut ketidak-adilan, kesewenangan dan bermacam-macam kesengsaraan yang ditimpakan kekuasaan kepada rakyatnya. Waktu peristiwa 27 Juli 1996 penyerbuan kantor PDI oleh massa Supriyadi kekantong PDI Mega dijalan Diponegoro JKT, banyak mahasiswa yang ditangkap (jadi kambing hitam), satu pelajaran yang ku ambil, tersadar oleh kejammya rezim otoriter Suharto. Konflik dimana…, eh kambingnya dimahasiswa. Karena kejadian seperti ini mahasiswa mulai mengkonsolidasi diri karena senasib dan sepenanggungan.

Pasca kejadian itu teman-teman daerah yang sudah merasa tak aman dengan iklim otoriter, mulai membangun dan mempertebal persaudaraan dengan merasa punya musuh bersama yaitu Suharto.

Dengan posisi tiarap…tak banyak bersuara. Imigran mahasiswa daerah ke Jakarta mengumpulkan kekuatan yang tersisa.. Aku bertemu banyak teman waktu itu…saling bertukar informasi.
Kami kenal muka saja sedang nama bisa kapan saja berubah.

Sekitar April 1998 Komunitas Mahasiswa SeJabotabek/Forum Kota/Forkot terbentuk, didirikan atas tujuan yang sama jatuhkan presiden Suharto. Makar istilah kerennya Dulu kami hanya bermain di tingkatan kampus, seperti organisasi yang sadar atas isyu yang ada waktu itu. Kami sepenuhnya sadar bahwa sudah banyak korban yang dicabut nyawanya oleh rezim ini.

Aksi aksi kecil kami lakukan seperti mimbar bebas, seminar dengan mengundang pakar kiri yang tak berpihak pada regim yang berkuasa. Satu kesepakatan yang masih ku ingat, Forkot tak akan bermain dengan aksi massa di luar kampus tapi yang terpenting waktu itu adalah mengumpulkan teman-teman yang sadar akan nasib bangsa ini.

Kalo’ aku boleh sebutkan ..diselatan Jakarta ada ISTN, Pancasila, IISIP, APP, bersama kampus ditimur, IKIP, UNIJA, STIE Rawamangun, DonBosco, ditimur bawah ada UKI ATST, Tar Q, STIE Jakarta, (..) ; di selatannya selatan jakarta ada IAIN Syarif Hidayatullah dan ITI sedangkan tengah ada Unika Atma, Tarumanegara dan lain-lain yang maaf tak bisa disebutkan karena komunitasnya terlalu sedikit tapi cukup sumbangkan ide-ide yang sangat berarti..

Cibitung 21 Feb 2003


Responses

  1. Pheewww… urang belitong niy😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: