Oleh: adek | Maret 4, 1993

SURPRISE FOR PESA

Pas malam Lebaran, anak-anak THE NEXT jalan-jalan ke pasar…mau ngeliatin orang belanja dan ngedipin cewek cakep. Sampe didekat pasar dalam lewatlah seorang cewek manis dihadapan cowok-cowok lucu ini.. 

Hi..” Pesa memanggil cewek itu…Cewek itu menoleh..”

Hi…lagi ngapain nih..” jawabnya saat melihat anak THE NEXT yang lagi senyum kanan kiri….”Wah ngemborong nih…” kata Zeri dan Aston berbarengan. Rena tersenyum..”

Eh..sorry yah saya gak bisa lama-lama nih…soalnya ketupat masih banyak yang belum jadi tuh..jadi saya pulang dulu yah” katanya sambil berlalu menuju pelataran parkir… Tiba-tiba Rena terhenti…”Besok ke rumah yah..” ujarnya ke arah anak-anak THE NEXT.  

Oke…” jawab mereka serempak. Ketika Rena berlalu dari pandangan mereka…One dan Dhani sibuk narikin Pesa yang lagi bengong ngeliatin bayangan Rena yang udah lenyap dari situ..

”Hei..Ayo kita ngeliat-liat baju..kali-kali aja mati lampu..” ajak One membuat Pesa sadar dari lamunannya. Ehem…para pembaca…kalian tentu bingung siapa sih si Rena, kok bisa membuat Pesa jadi linglung seperti itu..sebenarnya ada apa sih..??…gini nih…1 taun yang lalu..pas THE NEXT lagi imut-imut lagi kelas I SMA….Pesa yang duduk dikelas satu-dua bersahabat dengan Rena, duduk berdua lagi.  Tapi dasar cowok memang gak bisa dikasih hati…ternyata lama kelamaan Pesa jatuh cinta ama Rena, tetapi saat itu dia gak berani ngungkapin..katanya malu..maklum belum tujuh-belasan. Pas bulan Januari tahun lalu…Pesa kena batunya, dia ngenalin sobatnya di kelas II (kakak senior) ama si Rena.

Entah darimana datangnya si Amor….tiba-tiba saja terdengar kabar yang bukan kabar burung bahwa si Rena ama si Andi (sobatnya itu) udah pacaran. Terang aja si Pesa jadi shock…tapi lama kelamaan atas bantuan sobat-sobat THE NEXT, Pesa bisa ngelupain hal itu…walaupun sampai sekarang rasa itu tetap ada. Pas udah silaturahmi ama Family 100nya, Pesa sendirian di rumah nungguin teman-teman THE NEXT yang janjian mo jalan-jalan.

Dia duduk di depan TV sambil nyikat,”rengginang” …makanan favenya. Tiba-tiba dia ketawa sendiri…oh rupanya dia lagi ngembayangin kejadian-kejadian gila kemarin dengan teman-temannya…(nah khan banyak dosanya)…but kok tiba-tiba wajahnya langsung berubah menjadi sedih..O..O..O dia teringat 1 tahun yang lalu….Rena yang sekarang udah di kelas II Bio en tambah manis membuat Pesa menjadi semakin sulit untuk menggapai angannya. Pesa menarik nafas panjang sambil menghapuskan seluruh kenangan itu, Pesa bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ke depan..  

”Assallamualaikum” terdengar jeritan anak-anak kecil. Terang aja Pesa langsung lari ke depan sambil tak lupa membawa beberapa keping “cepek”. He..He…He..semuanya udah tau khan kaya’ gak pernah muda aja.  Pukul 3 sore, anak THE NEXT udah pada jalan berlebaran ria..dari rumahnya Zenobia.. lalu ke rumah Randha…lalu ke rumah Ria. Nah pas dirumah Ria..dia cerita bahwa Rena udah putus ama Andi..

”Eh…pada tau nggak, dua hari lalu Rena udah ngeluarin SK putus ama Andi…gara-gara si Andi udah gak bisa diajak kompak lagi..” ujarnya bersemangat. “Ah..yang benar..Ri” kata Dhani penasaran. “Eh..Ri mana kita-kita pada percaya kamu khan biang gosip” timpal One pula’. Pesa diam aja….”

Kali ini gue suer deh…Rena khan sobat gue..” jawab Ria sambil menenggak Coca-colanya..Glek..(metal juga nih cewek).  Pulang dari rumah Ria, One, Dylan dan Zeri yang tau masa lalu Pesa langsung ngomporin “Sa…kapan lagi ada saat kaya’ gini..sekaranglah saatnya” ujar Dylan sambil menepuk bahu Pesa. Pesa cuma diam lalu dia ngomong,”Kalo gitu sekarang kita ke rumah Rena yah..” terang aja ajakan itu disambut antusias oleh teman-temannya…Kapan lagi…Nyampe dirumah Rena udah pukul 4.30 dianya lagi asik nonton Tipi RI

”Assallamualaikum..” kata One lemah lembut melayang. Kontan Rena berlari sambil membawa uang recehan ke depan..”Hah..teganya kau Na..”ujar Zeri ketika melihat Rena nongol di depan pintu..”Eh kirain anak-anak, taunya kalian, mari masuk..” ujar Rena sambil menahan tawanya..

Gak lama udah itu mereka udah asik ngobrol sambil “ngendudut” peradakan disono…Ancur deh… Malamnya…Pesa jalan sendirian ke rumah Rena…(udah janjian tadi..). Gak lama kemudian, mereka berdua udah jalan bareng dengan Alfa Biru…”Na…kenapa sih kamu putus sama Andi” tanya Pesa. ”Gini yah, Sa…beberapa hari yang lalu dia datang ke rumahku dan ngomong bahwa dia udah punya cewek lain” ujar Rena sambil menarik nafas,

Mungkin selama ini dia cuma menganggapku sebagai adik…”. Pesa cuma bisa diam aja, lalu Pesa langsung ngomong dengan Rena,  ”Trus terang Ren…..setelah mendengar cerita kamu tadi..Aku ingin ngomong sesuatu ke kamu” Rena cuma diam…”Sejak kita pisah kelas, Aku kehilangan kamu Ren…Aku suka kamu…” langsung saja omongan itu lepas dari mulutnya Pesa…..Rena terhenyak, sambil mengambil nafas panjang…”Sebenarnya aku juga suka kamu tapi untuk saat ini tolong berikan aku waktu untuk mengambil keputusan yah…” ujar Rena. Sejak malam itu Pesa menjadi makin akrab dengan Rena walaupun keputusan itu tak kunjung muncul…..  

Pas liburan Lebaran udah abis….Pesa, One, Dhani, Dea dan Roy lagi kebingungan ngeliatin soal-soal Fisika Quantum yang membuat hati mereka kebat-kebit. Mereka benar-benar nikmatin liburan…sampai-sampai lupa akan kejutan dari Mister Gopai, dosen fisika mereka. “Tet” bel istirahat berbunyi dengan nyaringnya. Pesa dan csnya langsung ninggalin tuh soal yang masih adem alias gak diisi. Mereka langsung kabur menuju ke Labour bahasa, disana udah nongkrong Dylan, Zeri, Aston dan Bajenk…”Gimana ujiannya..”tanya Zeri yang pengen tau bocorannya…”

Sialan deh si Gigi Tupai….gue gak bisa apa-apa..” jawab One sambil membantingkan bodinya yang kurus itu. Yang lainnya cuma bisa mengangkat tangannya….”Eh..Sa…itu Rena lagi ngapain yah” tiba-tiba Dylan melihat Rena yang lagi ngobrol serius banget dengan Andi di belakang Laboratorium IPA…”Dep..” jantung Pesa seakan berhenti melihat pemandangan itu….Ada apa nih..??? Keesokan harinya semuanya mulai jelas, rupanya Andi mau back lagi sama Rena…hal ini membuat Rena menjadi bingung banget…

Informasi itu didapat dari Zeri dan Ria yang satu kelas sama Rena, terang aza Pesa yang paling gak percaya dengan hal itu. Sore harinya Pesa langsung ke rumah Rena di Diponegoro. Saat itu Rena lagi belajar fisika buat ulangan besok. “Sorry yah, Sa, aku gak bisa lama-lama ngobrol soalnya besok ada ulangan..” ujar Rena yang langsung menghadang Pesa saat Pesa baru saja tiba….Kok nggak kaya’ hari-hari yang lalu.

Diam-diam Pesa tidak meninggalkan tempat itu, ia duduk-duduk di warung didekat rumahnya Rena….tiba-tiba lewatlah Andi dihadapan Pesa yang lagi nyikat es kelapa muda….Pesa tercekat dan dengan cepat dinyalakan starter Alfa Birunya. Alangkah terkejut dan kecewanya Pesa ketika melihat Andi lagi ngobrol dengan Rena diteras rumahnya. Ditariknya gas motornya kuat-kuat, Pesa berlalu dari situ dengan sejuta pertanyaan yang mengendap didadanya. Dalam perjalanan pulang…pikiran Pesa masih dibayangi dengan kejadian tadi…” Apa sih maunya…Andy ?” ….”

Aku benci kamu, Di..!”…Rencananya yang mo ke rumah Dylan jadi dibatalkan Pesa langsung membelokkan motornya ke arah Pub di jalan Sriwijaya. Disana doi duduk sambil minum minuman keras. Ketika kepalanya udah berat, Pesa mencoba untuk melangkahkan kakinya ke luar…tiba-tiba melintas bayangan Andi dihadapannya,”Keparat kau” teriaknya sambil mengayunkan kepalannya…”Buk” tak ayal orang dihadapannya jatuh. Orang-orang yang ada disekitar Pesa langsung merubunginya….”Astaga itu bukan Andi..” secara samar-samar Pesa masih dapat melihat bahwa orang yang barusan dipukulnya tadi ternyata bukan Andi.

Tiba-tiba Pesa merasakan banyak pukulan dari kiri kanan depan belakang…Pesa jatuh dan ia mencoba untuk berdiri dan lari dari tempat itu sambil terhuyung-huyung sampailah ia di pintu depan…..Pada saat yang bersamaan lewatlah One, Dhani, Aston, Zeri dan Bajenk didepan Pub itu….”Astaga itu khan Pesa” kata Dhani sambil menghentikan Vespanya dan langsung berlari ke arah Pesa diikuti oleh seluruh teman-temannya….ditangkapnya Pesa dan dengan segera mereka kabur dari tempat itu…sebelum keadaan lebih buruk lagi…..  

Keesokan harinya Pesa gak sekolah….matanya memar, bibirnya pecah dan beraneka ragam memar lainnya di tubuh dan kepalanya. Saat dia lagi tidur-tiduran mandangin langit-langit kamarnya, nongol konco-konco THE NEXTnya diikuti seorang cewek yang maniz banget…Rena. Hi..Sa…gimana udah mendingan…” ujar Zeri yang udah setengah mati merawatnya semalam.  “Mendingan deh….eh Hi…Rena” ujar Pesa yang masih lemes. “Sa…maafin saya yah….saya udah mendengar apa yang terjadi padamu semalam” ujarnya

Em…gak apa-apa kok…” jawab Pesa sambil mencoba untuk tersenyum. “Sa….setelah saya pikir masak-masak, memang gak mungkin lagi Andi kembali….karena aku benar-benar udah muak dengan sifatnya”. Anak-anak THE NEXT terdiam mendengar kata-kata Rena itu. “Sa…kamu tentu mau tau khan jawaban malam itu….jawabannya Ya…” ujar Rena sambil tersenyum manis banget……Surprise deh buat kamu…Pesa…   

Mija…1993

Saat ide itu nongol dari saudaraku

Direvisi (1997) dari serial Trio Momon Majalah MONUMEN SMANSA Edisi No. 4 Maret 1993    


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: