Bicara soal perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini. Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya. Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati.
Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis). Konon kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.
Karir militer Malahayati terus menanjak hingga ia menduduki jabatan tertinggi di angkatan laut Kerajaan Aceh kala itu. Sebagaimana layaknya para pemimpin jaman itu, Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.
Di bawah kepemimpinan Malahayati, Angkatan Laut Kerajaan Aceh terbilang besar dengan armada yang terdiri dari ratusan kapal perang. Adalah Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, pada kunjungannya yang ke dua mencoba untuk menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599. Cornelis de Houtman yang terkenal berangasan, kali ini ketemu batunya. Alih-alih bisa meruntuhkan Aceh, armadanya malah porak poranda digebuk armada Laksamana Malahayati. Banyak orang-orangnya yang ditawan dan Cornelis de Houtman sendiri mati dibunuh oleh Laksamana Malahayati pada tanggal 11 September 1599.
Selain armada Belanda, Laksamana Malahayati juga berhasil menggebuk armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga pintu gerbang kerajaan membuat Inggris yang belakangan masuk ke wilayah ini, memilih untuk menempuh jalan damai. Surat baik-baik dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh, membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.
Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia.
Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja … nama kapal perang. KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet kelas Fatahillah. Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya. di Pun demikian, entah kenapa tak banyak yang mengenal namanya. “Siapa sih Malahayati itu?” begitu sering kita dengar. Hanya ada jawaban, “Oh, dia itu Laksamana“.
Laksamana Malahayati …. grande dame (perempuan yang agung). Pahlawan emansipasi yang terlupakan.
SUMBER: http://ndobos.com/archives/133id.wikipedia.org/wiki/Malahayati
di Aceh masih ada Pocut Barin, yang gagah berani melawan belanda walaupun berkaki sebelah kayu. Nun di Melauboh, Aceh Barat sana.
Oleh: Jemie Simatupang on Maret 10, 2008
at 1:20 pm
kalo dipikir-pikir kartini tu ga ada apa-apanya kalo dibandingkan dengan wanita yang satu ini. Yang kartini lakukan pada dasarnya hanya curhat dan mengeluh pada temannya di belanda. trus kebetulan surat-suratnya dijadiin buku.
sedangkan Laksamana Malahayati (dan beberapa wanita pejuang aceh lainnya yang sering terlupa) mengangkat pedang, turun ke medan perang dan menghajar penjajah.
Wanita satu ini HARDCORE banget!!!!
Oleh: agam blau on Maret 18, 2008
at 9:23 pm
Yup bradeh …..
Oleh: adek on Maret 18, 2008
at 10:04 pm
Memang jelas gak pake pikir lagi loh… dan masih banyak perempuan Aceh yang jadi pendekar, berperang melawan penjajah beberapa masa sebelum RA. Kartini..
Oleh: eddy on April 23, 2008
at 2:59 pm
sepatutnyalah orang aceh bangga pada para pahlawan wanitnya. namun sekarang bangga tinggalah bangga>>> ??? sekarang di aceh sudah tidak ada lagi perempuan aceh yang setangguh dan segigih beliau :
>>> Ratu Nihrasiyah
>>> Tahun 1400-1428, menjadi ratu yang
>>> memegang pemerintahan di kerajaan
>>> Samudra Pasai,
>>> Laksamana Malahayati
Tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Malahayati memimpin 2000 pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas)
>>> Ratu Safiatuddin
>>> Sri Ratu Nur Alam Nakiatuddin Syah
>>> Sri Ratu Inayat Syah Zakiatuddin Syah
>>> Ratu Kumala Syah
>>> Cut Nyak Dhien
>>> Cut Meutia
>>> Pocut Baren
dan mungki masih banyak lagiii????
WAHAI PARA PEREMPUAN ACEH MANA PERANMU SEKARANG !!!!!!?????
Oleh: agung on Mei 10, 2008
at 10:17 am
Dear Bang Adek…
Salam kenal Bang. Saya baru saja meluncurkan buku tentang perjuangan Laksamana Malahayati berjudul “Perempuan Keumala: Sebuah Epos untuk Nanggroe”. Harapan saya dengan adanya buku ini perjuangan beliau tidak hanya sekedar terkubur oleh lumpur sejarah. Saya undang Bang Adek untuk mengunjungi: http://www.perempuankeumala.blogspot.com
salam
endang moerdopo
Oleh: Endang Moerdopo on September 13, 2008
at 5:18 pm
Sebenarnya itu adalah suatu kebanggaan bagi bangsa kita (Indonesia) kenapa tidak dimunculkan ya? heraaaan.
Toek Cut Nyak Endang Moerdopo, trims banyak yaa anda telah berbuat, sy liat foto anda di Blog dg pakaian adat memang nampak mirip cut nyak Aceh. Sy yakin kalau kisah laksaman malahayati, cut nyak dhien, dan ratu ratu Aceh lainnya di garap oleh Hollywood menjadi film kolosal, bakal boxoffice dalam sepekan. he…
Oleh: rzl on April 8, 2009
at 6:06 pm
Assalamu’alaikum,
Salam kenal Bang…saya pertama kali datang ke Aceh 3 hari setelah tsunami melanda Aceh dalam rangka tugas kemanusiaan (PMI). selama tugas di Aceh saya mendapat kesempatan mengunjungi kamp pengungsi di Krueng Raya tepat diatas makam Laksamana Malahayati.
kebanggaan saya dapat berziarah di makam salah satu pahlawan besar negeri ini, tapi saya juga prihatin dengan kondisi makam yang tidak terawat saya berharap pemerintah mau memperhatikan hal itu karena sangat penting sekali bagi sejarah bangsa ini.
disana saya juga menemukan malahayti yang lain yakni seorang bidan yang sedang hamil tua dan berjuang ketika tsunami datang dan setelah melahirkan dia tetap mengabdi menolong sesama di kamp pengungsian, tapi keprihatinan saya juga masih berlanjut karena sampai saat ini beliau belum juga diangkat menjadi PNS.
nama anak yang ia lahirkan ketika tsunami melanda adalah SAKIRA MALAHAYATI yang juga mengilhami kepada saya untuk memberikan nama pada anak kedua saya yaitu NAJWA MALAHAYATI semoga semangatnya menjadi tauladan kepada anak saya.
Maaf ya Bang…jadi curhat nih, tapi saya berharap pemerintah dapat memperhatikan Malahayati2 yang seperti Bu Bidan yang saya temui di Krueng Raya.
Oleh: SUHARJA on Mei 27, 2009
at 1:59 pm
ooo..gtu trnyata sjarah dr nama malahayati..
siip….
sip ..!!
Oleh: D-MANK on Juni 29, 2009
at 6:25 am
kebetulan saya kuliah di universitas malahayati bandar lampung..,dengan sebutan almamater malahayati kami merasa bangga dengan sejarah para perempuan indonesia, terutama laksamana malahayati..,mungkin bagi pembaca lainnya yaitu perempuan untuk bisa jadi dominan moto motivasi semangat buat berkarya di indonesia raya ini..tak terkecuali kaum adam, bisa berfikir sederhana..perempuan bisa begitu kenapa pria nggak..!
trim’s atas view sejarah mu indonesia!!!!!!!!
Oleh: joy @ngle on Agustus 28, 2009
at 2:25 pm