Oleh: adek | Desember 4, 2007

Etika didalam Bus

accident.jpgDi bus kota yang kau tumpangi jangan pernah tertidur lelap. Setidaknya itu satu panduan yang aku sepakati dengan diri ini.  Betapa tidak semakin banyaknya pelaku dan tindak kejahatan yang diberikan kesempatan oleh kita yang tertidur.  Simpelnya seperti ini, ketika tidur mendatangi, seseru apapun kejadian yang terjadi disekitar kita tidak akan diketahui.  Kadang kejadian kecelakaan lalu-lintas juga menghantui dan tak bisa dihindari. 

Didalam kejadian kecelakaan ada waktu dimana kita sadar bahwa seper-sekian sekian detik lagi kita celaka, dan seper-sekian detik itu juga kita dipaksa berpikir cara aman menghindarinya, jika masih bisa

Sekitar 2 tahun lalu dari perjalanan ke arah Cikarang, kebetulan bus yang kunaiki dari Jatibening ini adalah jurusan Kalideres-Cikarang.  Didalamnya banyak penumpang yang tertidur lelap.  Apalagi sebagian besar dari mereka adalah penumpang yang naik dari Kalideres,  Nota-bene termasuk perjalanan yang lumayan jauh.  Terbayang untuk mencapai kerja pada jam 7 pagi, setidaknya butuh jam 5 Subuh untuk melangkah keluar rumah.

Waktu menunjukkan pukul 06.25 pagi, kira-kira 1000 m dari arah pintu tol Cibitung.  Terdapat truk tronton pembawa gulungan plat besi yang parkir dibahu jalan karena sang supirnya istirahat dari kantuk. Nah bus yang kami tumpangi dengan kencang menyalip kendaraan Bus lain yang ada dilajur pertama dari sebelah kiri dengan mengambil bahu jalan untuk mendahului.  Posisi setir sopir bus kami tidak bisa melihat luas kearah depan yang sudah ditempati truk tronton dalam hitungan detik kejadian tabrakan yang memakan korban luka-luka. 

Dasar Melayu …! masih untung aku tidak tidur.  Posisiku di kursi paling belakang dan menyaksi kejadian tabrakan itu dengan sukses.  Kerusakan mobil yang parah dibagian kiri depan ringsek masuk kedalam 1 meter karena menabrak pinggir dari truk tronton tersebut.  Sepertinya posisi truk tidak bergeming sedikitpun. Karena ada guncangan sang sopir dan knek dari truk yang tertidur terbangun dan melongok kearah kejadian.  Sementara keributan terdengar dibus terutama hampir dari seluruh penumpang yang tadinya tertidur posisinya bergeser.  Dan tidak sedikit yang terlempar dan disambut dengan sukses oleh kursi-kursi didepannya.  Sementara penumpang yang paling depan yang tertidur disambut dengan sukses oleh kaca bus dan inilah yang luka-luka.  

Kejadian begitu cepat berlalu sebagian dari kami yang shocknya hilang langsung melambaikan tangan ke mobil yang lain untuk bisa diangkut ke Cibitung.  

Dalam kejadian ini ketika kumelihat didepan mata bahwa 7 detik kedepan tabrakan tidak bisa dihindari, aku meraih kursi-kursi didepanku, kakiku mencengkram lantai bus.  Dengan demikian aku punya persiapan terhadap kejadian ini.  Setidaknya aku sadar betul kalau hari itu misalnya aku harus dipanggil Yang Maha Kuasa.  Kalau tidak bisa menolak dan kalau sudah schedulenya datang.

Penting bagi kita yang berpergian dengan kendaraan umum untuk jarak dekat, usahakan tidak tertidur….


Tanggapan

  1. wah emang bnr 2 mencengangkan

  2. am no bady


Beri tanggapan

Your response:

Kategori