Oleh: adek | April 2, 2003

Pembayaran Apartemen by NN

listen_to_your_heart_sepho.jpgAlkisah, ada pria perlente yang kelihatannya kaya, mengajak seorang wanita cantik bermalam. Ia menjanjikan bayaran Rp. 2 juta untuk kencan semalam tersebut. Kesokan harinya si pria berubah pikiran. Ia mengaku tidak membawa uang cash sebanyak itu dan berjanji akan meminta sekretarisnya untuk mengirimkan cek sesegera mungkin. Untuk menghindari rasa malu, diatas cek tersebut ia berikan keterangan : ” Untuk Pembayaran Apartemen”. Si wanita panggilan menyetujuinya.

Sesampai dikantor, setelah menimbang nimbang pelayanan yang diterimanya; semalam, si pria berubah pikiran lagi. Ia menulis Rp 1 juta di ceknya dengan menuliskan keterangan sebagai berikut :

” Ibu yang baik. Bersama ini saya sampaikan cek sebesar 1 juta rupiah untuk sewa apartemen. Saya mohon maaf karena sewanya tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Ketika saya menyanggupi 2 juta rupiah. saya pikir :
- Apartemennya belum pernah dipakai
- Suhunya hangat
- Ukuran nya lebih kecil. Ternyata,…. apa yang saya temukan, semalam adalah apartemennya tampaknya sudah sering dipakai, tidak cukup hangat dan ukurannya sangat luas”.

Setelah menerima cek tersebut, si wanita panggilan segera mengembalikannya dengan menyertakan keterangan sebagai berikut:

“Bersama ini saya kembalikan cek senilai 1 juta rupiah dari Bapak.

- Saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin Bapak mengharapkan apartemen secantik itu tidak pernah dipakai orang.

- Mengenai suhu, sebenarnya banyak kehangatan di apartemen tersebut seandainya saja Bapak cukup pintar mengatur  pemanas ruangannya.

- Mengenai ukuran yang menurut bapak terlalu besar, itu bukan kesalahan saya.  Bapak lah yang tidak mempunyai cukup perabotan untuk mengisi ruangan tersebut.  Terima kasih dan mohon sesuatu yang sudah dijanjikan dapat segera dipenuhi
sebelum hal ini menjadi berita di koran lokal terkenal.

Salam dari pemilik apartemen”.

????????????


Tanggapan

  1. pemilik apartemen pasti bukan orang belitung… tapi penyewanya pastilah biak belitung yang selalu banyak akal..tapi selalu aja salah tafsir….

  2. Ah….. makanya jujur – jujur aja. kalo mau jujur pasti di kasih yang gratisan


Beri tanggapan

Your response:

Kategori